Hatta Rajasa Terima Pernyataan Sikap LPM

Ketua Umum LPM H Ade E Manurung SH saat menyerahkan Surat Pernyataan pada Hatta Rajasa sebagai dukungan Capres - Cawapres 2014

Ulang Tahun Laskar Merah Putih Ke-14

Peringatan Ulang Tahun Laskar Merah Putih Ke-14 sekaligus pelantikan Susunan Pengurus Markas Daerah Provinsi Banten

Demo LMP

Masa LMP Geruduk MK minta MK berlaku jujur dan adil

DEMO DAMAI KPU

Pemerintah DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Timur siap mendukung BNN dalam upaya memerangi penyalahgunaan Narkotika dan zat adektif lainya

LASKAR MERAH PUTIH DUKUNG KPU TETAP NETRAL DAN TANPA TEKANAN ASING

Pemerintah DKI Jakarta melalui DInas Pariwisata dan Kebudayaan menyediakan Bus Wisata Gratis untuk berkeliling di Kota Tua dan Monas

Penanganan Kasus Dugaan Penganiayaan Anggota Polri “Lambat”

Lambatnya penanganan kasus dugaan penganiayaan oleh oknum anggota Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) terhadap dua perwira Polda Metro Jaya, Kompol Budi Hermanto dan Kompol Teuku Arsya Khadafi di Bengkel Kafe SCBD beberapa waktu lalu membuat anggota Komisioner Kompolnas Edi Saputra Hasibuan mendesak aparat Kepolisian untuk segera menindaklanjuti kasus tersebut.

Edi Hasibuan mengatakan, bahwa penyidik Polda Metro Jaya tidak “mempetieskan” laporan pengelola Bengkel Kafe SCBD terkait dugaan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oknum anggota Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) TNI,” tegasnya.

“Semua taat hukum. Tidak ada Warga Negara Indonesia yang kebal hukum,” kata Edi Hasibuan saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (11/3).

Edi juga meminta penyidik kepolisian menindaklanjuti dugaan penganiayaan oknum Pomal TNI terhadap dua perwira Polda Metro Jaya tersebut dan Kompolnas tidak setuju jika laporan penganiayaan terhadap anggota Polri dihentikan karena barang bukti sudah lengkap, tegas Edi.

Jika proses hukum dugaan penganiayaan itu dihentikan, Edi mengatakan akan berdampak buruk terhadap setiap anggota Polri yang menjadi korban penganiayaan oknum TNI.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul mengaku akan menelusuri proses hukum laporan pengelola Bengkel Kafe itu.

Sementara itu, Ketua Pengurus Setara Institute Hendardi menyatakan, penyidik kepolisian tidak boleh diskriminasi menyikapi laporan pengelola Bengkel Kafe.

“Seperti yang kerap disuarakan polisi dalam ketegangan KPK-Polri bahwa setiap laporan masyarakat mesti ditindaklanjuti,” ungkap Hendardi.

Menurut Hendardi sekalipun dugaan pelakunya oknum TNI namun operasi gabungan itu juga melibatkan unsur Polri.

Saat operasi gabungan, Hendardi mengungkapkan diduga terjadi tindak penganiayaan terhadap anggota Polri termasuk kerugian yang dialami pengusaha tempat hiburan.Sehingga tidak ada alasan penyidik kepolisian untuk menghentikan atau mempetieskan kasus tersebut, ungkap Hendardi.

Termasuk pihak kepolisian menjamin keamanan masyarakat karena Polri memiliki otoritas dalam melindungi keamanan warga.

Dan ketika ditanyakan kasus dugaan penganiayaan Perwira Polri oleh oknum POMAL, Ketua Umum PWRI mengatakan, sudah sepantasnya Polri mengusut dan menindaklanjuti kasus tersebut, dan jangan didiamkan, karena menyangkut hak asasi seseorang, terlebih korbannya adalah perwira Polri yang terbilang masyarakat pilihan bangsa Indonesia, calon pimpinan masa depan di Kepolisian,” tegasnya di kantor. (YD)

Pemancangan Tiang Indigo di Jalan Siliwangi Bekasi

Berita Metro. Com - PT Prioritas Land Indonesia (PLI) menandai dimulainya pembangunan proyek Indigo@Bekasi, dengan menggelar prosesi groundbreaking. Proyek yang dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp. 500 miliar ini memiliki empat tower apartemen dan satu tower hotel. Presiden Direktur PT. PLI, Marcellus Chandra mengatakan, gedung pertama yang akan dibangun adalah Hotel Ibis dan Mercure (Accor Group) yang berada di satu tower.
Hotel Ibis terdiri dari 10 lantai dan Hotel Mercure 17 lantai dengan total 400 kamar. Sementara itu, pembangunan empat tower apartemen yang terdiri dari sekitar 3.000 unit akan dilakukan secara paralel.
“Ditargetkan pembangunan hotel akan rampung dalam waktu 18 bulan dan penyerahan kunci apartemen dilakukan pada awal 2018,” jelas Marcell kepada wartawan, Sabtu (28/2) lalu yang dihadiri Pemda Kota Bekasi, Kapolsek Kota Bekasi Kompol Sagi.
Marcell menuturkan, proyek yang mengusung tema “The New Living Icon in Bekasi” ini  dibangun di lahan 1,5 hektar yang hanya berjarak satu kilometer dari pintu tol Bekasi Barat.
“Sejak diluncurkan awal tahun lalu, sebagian besar apartemen tower pertama telah terjual dan (saat ini) kami tengah mempersiapkan penjualan tower kedua dengan rata–rata harga per unit mulai dari Rp 500 juta,” ungkap Marcell.
Apartemen yang menargetkan pembeli dari kalangan keluarga muda dan investor ini menawarkan beberapa tipe: Snow (studio 28 m²), Ice (1 bedroom 34 m²), Zen (2 bedrooms 42 m²), dan Elsevier (3 bedrooms 70 m²).
Dia memaparkan, untuk desain Indigo pihaknya mempercayakan kepada Megatika Internasional yang telah berpengalaman selama hampir 20 tahun dan menjadi pemenang Top 10 Architects Award (BCI Asia).
“Keunikan desain apartemen ini adalah adanya Sky terrace (taman gantung) di beberapa titik di setiap tower. Selain hotel, Indigo @Bekasi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti supermarket, fitness center, lapangan basket, tempat bermain anak, kolam renang, toko-toko, dan sistem keamanan 24 jam,” urainya.
Marcell menjelaskan, apartemen Indigo memiliki empat kelebihan yang dikenal sebagai ICON: (Ideal location) (Creative design), (Optimal return ), (Nice & easy payment).

Oceavaganza di Kota Tua Jakarta



Berita Metro. Com - Pagelaran Oceavaganza bulan April mendatang merupakan ide yang baru, tentunya membawa kendala yang dihadapi adalah membutuhkan energi yang lebih. ”Tujuannya agar masyarakat akan mengerti kedigdayaan maritim berkolaborasi para segmen, pekerja seni, UMKM para pelaku usaha, nelayan dan stakeholder,” demikian kata Meike Sahala saat ditemui BM.COM di stand A10-A11 JCC Senayan, acara Pameran Jakarta Fashion Week (28/2) lalu didampingi suami Bapak Sahala.
Menurutnya, komposisi 70 persen wilayah nusantara yang terdiri dari lautan mengangkat local Wisdom habitat dengan mengajak masyarakat untuk bersinergi. Pagelaran Oceavaganza ini mengangkat tema sentral mengangkat budaya maritim “Nenek Moyangku Seorang Pelaut“. Dalam pagelaran ini mengingatkan asal muasal masyarakat Indonesia“ kiprah Meike Sahala di Kota Tua Jakarta semakin berkibarkan panji maritim nusantara.
Pagelaran yang pertama kali bertajuk maritim nusantara tersebut membawa inspirasi baru dalam fashion gaya mode yang dikaloborasi dengan koreografi menarik. Menurutnya  prosesi ruwatan bumi menjadi kolaborasi antara para pekerja seni, kreativitas dalam membuat koreografi  dengan ide awalnya terkait dengan kelautan visualisasi model budaya maritim nusantara. Prosesi semahan atau ruwat dalam pegelaran “Oceavaganza sejalan dengan visi dan misi Presiden Jokowi yakni “Center point of maritime Indonesia“. llham dari jalur perdagangan zaman VOC bahwa nusantara ini memang menjadi center point dari maritim dan sekarang kebesaran maritim Indonesia kembali dibangkitkan dalam pagelaran Oceavaganza,” imbuh Meike Sahala  (yudi)

Kunker DPRD Tana Toraja di Komisi I DPRD Batam

BATAM, BM - Bertempat di Ruang Rapat Serbaguna, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam yang diwakili H. Muhammad Musofa menyambut kedatangan Kunjungan Kerja (Kunker) dari anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tana Toraja (Tator) Propinsi Sulawesi Selatan (17/2) lalu. Ketua Komisi III DPRD Tator sekaligus pimpinan rombongan, Victor Datuan Batara.
Kedatangan Komisi III DPRD Tator ini dalam rangka berdiskusi tentang pengelolaan barang milik daerah dan Perubahan Peraturan Daerah (Perda) No. 2 Tahun 2008 tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah. “Kami ingin tanyakan bagaimana Pemerintah Kota Batam mengelola aset seperti cagar budaya dan bagaimana pengelolaan lahan di Kota Batam”, pungkas Victor.
Sementara Firman Ucok Tambusai dari Komisi II DPRD Kota Batam menjelaskan, ada dua idealisme pemerintahan Kota Batam. Pengelolaan lahan dikelola oleh Badan Pengawasan (BP) Batam, sedangkan wewenang Pemerintah Kota hanya mengurus lahan di Hinterland dan tanah hak milik yang sudah disertifikasi oleh Badan Pertahanan Negara," jelas Ucok.
Dikesempatan yang sama anggota Komisi II, Mesrawati Tampubolon memberi masukkan untuk mengembangkan promosi wisata Kabupaten Tana Toraja agar kedepannya lebih banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke Tana Toraja. “Tak hanya terkenal dengan budayanya, Tana Toraja juga memiliki alam yang bagus untuk wisata, hendaknya Pemerintah Kabupaten juga melakukan promosi hingga ke mancanegara sehingga nantinya banyak wisatawan asing juga yang berkunjung kesana dan pasti akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)”, terang Mesrawati.
Diakhir pertemuan Victor berharap masukkan dan jabaran yang disampaikan dapat menjadi acuan Kabupaten Tana Toraja, untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih besar kedepannya. “Semoga apa yang kami dapat dari sini bisa merubah Tana Toraja menjadi kota yang lebih baik”, ujar Victor sambil menyerahkan cinderamata. (Setw/Reg)

Arena Gelanggang Permainan anak anak (Gelper) Lebih Diminati Kalangan Orang Dewasa

BATAM, BM - Gelanggang Permainan Ketangkasan Elektronik atau yang biasa disebut masyarakat Batam Gelper kembali marak di Batam. Maraknya Arena Gelper di Kota Batam dipicu oleh kurangnya tempat hiburan ataupun kemajemukan Batam sebagai Kota Industri dan Pariwisata.
Pemantauan Berita Metro ada 21 titik Arena Gelper di Kota Batam, tersebar di daerah Nagoya, Jodoh, Batuampar, Sekupang, Batuaji dan Tembesi. Mesin permainan disajikan di arena Gelper lebih mengutamakan mesin permainan dewasa. Diduga mesin - mesin tersebut belum diverifikasi oleh Dinas terkait. Mengingat setiap mesin yang beroperasi tidak terlihat ada stiker Dinas Pariwisata, yang dalam hal ini merupakan Dinas yang berwenang memverifikasi mesin dan teknis permainan agar tidak mengarah ke perjudian.
Hal tersebut terjadi dan memacu para pelaku usaha Gelper untuk melakukan usahanya secara curang, mengingat mahalnya biaya yang dikeluarkan oleh pihak pengelola Gelper untuk mendapatkan izin usaha tersebut.
Dari informasi yang dihimpun Berita Metro, untuk mendapatkan satu Ijin lokasi Usaha Arena Gelanggang Permainan (Gelper) dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM PTSP) Kota Batam bisa mencapai Rp. 150 juta.
Sampai berita ini diterbitkan belum ada pihak terkait (BPM PTST, Dinas Pariwisata, Satpol PP, Dinas Tenaga Kerja) yang dapat memberikan keterangan secara terperinci terhadap perijinan dan pengawasan teknis permainan dan perlindungan tenaga kerja arena Gelper. (Reg/Reg)

Wawako Batam : Serahkan Kartu BPJS Kesehatan

BATAM, BM - Wakil Walikota Batam H.M. Rudi, SE, MM secara simbolis menyerahkan Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kepada warga miskin yang bertempat di halaman Kantor Camat Batam Kota, Senin (16/2) lalu. Rudi  mengatakan, “bahwa kita semua patut bersyukur kartu BPJS sebagian sudah selesai dicetak dan akan dibagikan hari ini, meskipun ada sebagian yang belum selesai dikarenakan ada kesalahan data. dengan adanya Kartu BPJS ini Bapak Ibu nantinya bisa berobat di seluruh Indonesia dan dengan program BPJS ini diharapkan permasalahan kesehatan dapat terselesaikan dan bagi warga miskin bisa lebih terjamin dan pelayanannya bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.
Dapat diketahui bahwa Pemerintah Kota Batam menganggarkan Rp. 26 miliar dalam APBD 2015 dengan kuota 105.000 jiwa, bagi warga tidak mampu pemegang Surat Pernyataan Miskin (SPM) bagi masyarakat Kota Batam yang tidak mampu yang dibiayai oleh Pemerintah Daerah.
Hadir dalam acara tersebut dari BPJS Kota Batam Robert Simatupang, Kepala Dinas Kesehatan Drg. Candra, Kepala Dinas Kependudukan Dancapil Mardani, AP, Camat Batam Kota Ridwan Affandi, S.STP, M.Eng, dan Lurah Se-Kecamatan Batam Kota.
Terpisah, Wakil Walikota Batam, H.M. Rudi, SE, MM menyampaikan, jika program ini merupakan wujud nyata kepedulian Pemko Batam, perlu bapak ibu ketahui bahwa BPJS bukanlah instansi pemerintah. Pemerintah hanya membantu untuk menganggarkannya saja, hal tersebut disampaikan Rudi. Ini merupakan komitmen dan kebijakan Rudi sebagai Wawako Batam, siapapun yang akan menjadi pimpinan Batam kedepan ini harus tetap dipertahankan.
Dari sekitar 105.000 jiwa masyarakat yang didaftarkan pemerintah daerah menjadi peserta BPJS, baru sekitar 40.000 kartu yang siap dicetak. Sebanyak 105.000 jiwa masyarakat yang didaftarkan pemerintah sebagai peserta BPJS itu merupakan integrasi dari program kesehatan sebelumnya, Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).
Dalam waktu dekat Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam dengan melibatkan mahasiswa akan turun ke lapangan dan mensurvey dan mendata warga miskin yang ada di Kota Batam. Rudi berpesan : agar bapak ibu dapat memberikan data yang sebenarnya, karena data ini nantinya dapat dipergunakan untuk data  BPJS, Raskin, RTLH dan sembako murah untuk masyarakat miskin. (Hms/Reg)

Modus Kejahatan Penipuan Pernikahan di Cisaat Sukabumi

CISAAT, BM - Cisaat Sukabumi  geger adanya oknum bernama Yudi Iskandar alias Galih, nama tersebut terkenal di Cisaat Sukabumi sebagai seorang mafia atau calo perjodohan yang sering nongkrong di Hotel Saung Geulis di Situ Gunung daerah wisata Sukabumi Jawa Barat.
Galih Puncak terkenal di BBM yang ngetop bersama dengan para mafia, yaitu Bang Uwo alias Muchtar bersama istrinya Imas dan Utar dari Cisaat Sukabumi. Mereka bekerjasama mencari mangsa di restoran didaerah Gunung Gede,  Situ Gunung untuk dikenalkan kepada seorang bos pengusaha dari Jakarta. Seorang  gadis cantik putih usia 19 tahun lulusan SMA Sukabumi bernama Sovinah Bin Naan. Ibunya bernama Bu Upi siap menikahkan anaknya yang bekerjasama dengan  penghulu dari KUA dari Kotamadya Sukabumi bernama Jejen yang ditelepon langsung oleh Utar. Mafia perjodohon langsung datang ke lokasi TKP tempat kejadian pernikahan di rumah calon  istri di Desa Cikoneng RT.03, RW 07 Cisaat Sukabumi, demikian ujar narasumber hasil penyamaran investigasi yang tidak mau disebut namanya demi keamanan, kita sebut saja namanya Ah.
Lebih lanjut sebut Ah menguraikan kronologis akhir bulan 30 Januari 2015, diajak sama calo bernama C ke kota Sukabumi Cisaat. C menelepon Galih Puncak untuk diusahakan mencari calon jodoh orang Sukabumi yang kebanyakan cantik dan putih, karena dekat Pengunungan Situ Gunung, kemudian sama Galih diarahkan ke restoran Situ Gunung untuk istirahat makan minum dulu sambil karaoke, yang disediakan fasilitasnya oleh managemen. Sambil menunggu si calon gadis datang didampingi sama saudaranya atau walinya untuk siap dinikahkan sambil  mengobrol empat mata sama calonnya, seorang janda muda, Sera namanya didampingi mama sera, tapi Ah tidak mau diberikan  karena seorang janda muda.  Ah ini menginginkan seorang gadis asli usia muda 19 tahun karena  Ah suka dengan yang masih gadis maksudnya supaya awet muda terus wajahnya sepajang hidup. Singkat cerita si galih mafia perjodohan mengambil solusi karena sudah malam jam 23.00 diarahkan menginap di hotel Saung Geulis menunggu Minggu pagi 1 Febuari 2015. Disediakan kamar standard untuk istirahat  sambil menunggu dipanggil ditelepon gadis asli bernama Sovinah bin Naan ini ke hotel, kemudian paginya jam 11 datang gadis cantik berkerudung bernama Sovinah bin Naan didampingi utar saudaranya perempuan, sambil mengobrol dua puluh menit sambil minum teh di teras hotel maka diajaklah si Ah kerumah ibunya  di daerah Desa Cikoneng Rt.03 Rw 07 untuk berbicara maharnya sebesar 10 juta rupiah sudah ada kesepakatan.  Sovinah bin Naan mau dibawa ke Jakarta Pondok Gede di rumah si ah karena tinggal sendiri, rumah sendiri  menginginkan perkawinan yang sakinah mawadah warohmah, maka Utar menelepon penghulu  Pak Jejen ini untuk datang ke rumah calon mempelai Sovinah bin Naan ini untuk siap dinikahkan dengan  si ah seorang duda beranak dua tidak punya istri lagi jadi bersedia  dinikahkan dengan seorang gadis  usia 19 tahun bernama Sovinah bin Naan didampingi para saksi yaitu Bang Uwo, Cecep dan mafianya galih dengan wali Utar mewakili orang tua laki laki  karena ada di Tasikmalaya. Sesudah menikah dibawanya si istri ini ke Hotel Rafflesia dijalan raya cisaat untuk bulan madu semalam. Tiba-tiba jam 4 pagi menjelang subuh bikin ulah  modus penipuan kejahatan  pasal 378,  pura pura sakit   setelah diperiksa kata dokter sesak nafas. Singkat cerita setelah sembuh Sovinah bin Naan binti Upi ini ternyata ingkar janji tidak mau di bawa ke Jakarta dan yang kedua minta dibelikan rumah di Sukabumi seharga 300 juta seluas 200 meter.  Katanya  Sovinah ini rumah saudaranya ingin dijual seharga 300 juta dan minta dibeliin sama si ah , suaminya karena wajar  kalau di Sukabumi minta rumah sama suami dengan seharga sebesar itu karena ibunya tinggal di rumah gadain di Desa Cikoneng RT.03 .RW.05 Cisaat mau menyenangkan hati ibunya dan saudara tiri lain bapak. Itulah sampai sekarang si ah menunggu terus agar si istri diberikan hidayah sama Allah SWT supaya nurut apa kata suami karena perbuatan itu tidak berkah makan uang mahar 10 juta buat perbuatan yang tercela menurut agama Islam, nantinya bisa membawa malapetaka bencana akan mendapat penyakit yang lebih dashyat lagi.  Sama Allah SWT akan diazab penyakit yang tidak bisa disembuhkan insya Allah, agar Sovinah bin Saan supaya  ingat dosa yang dibuat dengan modus kejahatan perjodohon perkawinan dinodai  pura-pura sakit malam pertama bulan madu  di Hotel Raflesia, modus ini menjiplak ala koruptor pura-pura sakit, demikian kata Ah kisah nyata kepada BM. (yudi)

CSR Biskuit Kokola Peduli Korban Banjir

JAKARTA, BM - COM. Bertempat di halaman Masjid  Kampus Universitas Borobudur, Kalimalang, dalam rangka CSR Kokola mengadakan peduli banjir langsung dari Surabaya  perusahaan biskuit Kokola yang pabriknya berada di Gresik Jawa Timur memberikan bantuan  kaus, uang dan makanan biskuit yang halal enak hiegenis di tenda penampungan  Kampung Siaga Bencana (KSB) Kelurahan Cipinang Melayu Kecamatan Makasar Jakarta Timur, yang dihadiri oleh 1.141 orang korban banjir yang bekerjasama dengan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta dan Palang Merah Indonesia Jakarta Timur yang menyediakan dokter umum dan paramedis, menyediakan obat-obatan antara lain obat diare, maag, obat pusing kepala, obat demam flu/inflenuza, gatal untuk penyakit kulit terkelupas akibat dari air kotor dari banjir, demikian kata koordinator lapangan Umar yang didampingi dari Orari (Organisasi Radio) di Jakarta.
Umar sebagai koordinator lapangan, memberikan bantuan makanan dan minuman dari para penyumbang donatur antara lain, dari biskuit Kokola  ke korban banjir yang berada di tempat penampungan sudah empat hari semenjak Senin (9/02) lalu  diberikan makanan tiga kali, pagi siang malam berupa nasi dan lauk pauk sumbangan dari PMI Jakarta Timur  di halaman Masjid, Kampus Universitas Borobudur.
Menurut Andi Fian Octavia, Public and Media Relations Kokola Group mengatakan, Biskuit Kokola sebagai fashionable biskuit halal melalui program Corporate Social Responsibility kembali peduli terhadap korban banjir Kalimalang Jakarta Timur, terjun langsung ke lokasi banjir di daerah Cipinang Muara Kecamatan Makasar Jakarta Timur Rabu (11/02) lalu dampingi para awak radio dan cetak elektronik.
Lebih lanjut Fian mengatakan, kami telah mempersiapkan ribuan biskuit untuk para korban banjir di Jakarta di beberapa titik banjir, sebagai wujud kepedulian kami dari biskuit Kokola kepada masyarakat untuk mempopulerkan makanan yang halal, enak, aman dan pastinya memberi kebahagiaan, ungkapnya.
Fian menambahkan, dalam keadaan banjir kita juga perlu memperhatikan makanan yang kita makan. Berkaitan dengan hal ini, Kokola bertujuan membagikan makanan yang halal, aman dan enak bagi para korban banjir yang pada akhirnya memberikan pula rasa kebahagiaan bagi para korban banjir. Dengan ini kegiatan ini biskuit Kokola juga mengajak para korban selalu menjaga makanan yang dimakan saat musibah banjir terutama bagi anak balita dibawah umur yang rentan pada penyakit,  ujar Andi Fian. (Yudi)

Wisuda Unindra Ke 44 sebanyak 1.841 orang


JAKARTA, BM - Bertempat di Sasono Utomo TMII sebanyak 1.841 wisudawan sarjana (S1) dan pascasarjana (S2) Unindra tahun akademik 2013/2014 diwisuda oleh Rektor Unindra Prof. DR. Sumaryoto yang dihadiri oleh Ketua PGRI DKI Drs. HM. Arief, MM, Sekretaris PGRI DKI Drs. H. Ali Dasmin, orasi ilmiah oleh KH. Hasan Abdullah Sahal  dan para orang tua wisudawan.

Dalam sambutannya Rektor Unindra mengatakan, lulusan Indonesia harus mempunyai tantangan dengan negara luar khususnya untuk Unindra. Pihaknya berkonsentrasi untuk mengembangkan kualitas yang realistas dengan mengutamakan program yang baik dan bertanggung jawab.  Untuk itu berdasarkan kekuatan rohani, kita terus meningkatkan mental dan spritual mahasiswa agar mereka tidak terjebak hal-hal yang tidak diinginkannya.
Dalam orasi ilmiah yang berjudul Teka Teki Abadi Akademisi Memakmurkan Bumi  KH. Hasan Abdullah Sahal mengatakan, hakikat makna bersyukur dapat dimengerti dan dipahami oleh seseorang dengan 5 W  Tambah 1 H.  Kepada siapakah kita bersyukur (Who), hal apa yang patut disyukuri (What), kapan kita harus bersyukur (When), untuk apa kita bersyukur (Why), darimanakah datangnya nikmat yang harus kita syukuri (Where) dan bagaimanakah cara kita untuk bersyukur (How).
Selanjutnya menurut KH. Hasan, baru bisa dimengerti, dipahami dan dirasakan hakikat makna bersyukur oleh yang terlibat dalam proses tersebut, manusia adalah makhluk yang memiliki potensi lebih daripada binatang berakal, namun ada tuntutan untuk bertanggung jawab atas umumnya jasadnya, pekerjaannya, hartanya, dll.
Untuk itu manusia diberi tuntutan yang mutlak wajib ditaati demi tercapainya kesempurnaan kehidupan manusia dan abadinya kemanusiaan, mengingat bahwa semua ilmu penemuan manusia sejagat kalau belum /tidak dibenarkan oleh wahyu Allah itu masih bersifat relatif, ujarnya. (Yudi)

Pemkot Sukabumi Segera Bangun Rumah Sakit Gratis

SUKABUMI, BM - Pemerintah Kota Sukabumi berencana membangun rumah sakit gratis khususnya untuk masyarakat tidak mampu, pada akhir tahun 2014 yang lokasinya di Kecamatan Lembursitu.

"Pembangunan rumah sakit gratis ini harus dipercepat dan kami menginginkan pada tahun ini juga pembangunannya sudah bisa dilaksanakan sehingga pada tahun 2015 bisa dioperasionalkan," kata Walikota Sukabumi Mohamad Muraz, Rabu (12/11) lalu.

Menurut Muraz, pembangunan rumah sakit ini merupakan janji politiknya saat kampanye Pemilihan Kepala Daerah pada 2013 lalu dan akan direalisasikan pada tahun ini. Selain itu, tujuan dibangunnya rumah sakit gratis ini untuk membantu Rumah Umum Sakit Daerah (RSUD) R. Syamsudin, SH dalam menangani pasiennya.

Lebih lanjut, pasien dari keluarga miskin yang sakitnya tidak terlalu parah namun harus dirawat inap bisa dialihkan perawatannya ke rumah sakit ini. Untuk anggarannya sendiri pihaknya akan menggunakan alokasi dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kota Sukabumi.

"Diharapkan dengan adanya penambahan rumah sakit ini, bisa menambah pelayanan terhadap pasien tidak mampu untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan maksimal. Sehingga tidak perlu ada lagi pasien yang harus menunggu beberapa hari, karena penuhnya ruang rawat," tambahnya.

Rencananya, rumah sakit ini akan digunakan untuk warga yang menggunakan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan, maupun warga tidak mampu yang menggunakan surat keterangan tanda tidak mampu dari kecamatan maupun kelurahan. Sehingga, targetnya tidak ada lagi pasien miskin yang terlantar karena tidak mempunyai biaya pengobatan.

Di sisi lain, saat ini pihaknya sudah memberikan kartu BPJS Kesehatan kepada 27 ribu warganya yang tidak mampu dan untuk biayanya ditanggulangi sepenuhnya dari APBD Kota Sukabumi dengan anggaran sekitar Rp. 3 miliar. Mereka yang diberikan kartu BPJS ini yang tidak terdata sebagai penerima Jamkesmas dari pemerintah pusat. (e3/net)

Penyuluhan Hukum Desa Sukamantri Kecamatan Cisaat

SUKABUMI, BM - Kesadaran hukum masyarakat saat ini memang masih dalam tingkat rendah, artinya masih banyak masyarakat yang belum tahu banyak tentang hukum yang baik dan benar. Dengan keadaan seperti ini, Pemda Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan peyuluhan hukum bertempat di Aula Kantor Desa Sukamantri Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi minggu lalu. Kegiatan tersebut dihadiri para ketua RT dan RW setempat, tokoh pemuda, tokoh agama, BPD, Camat Cisaat, Kabag Hukum Pemda, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama Kabupaten Sukabumi dan Kepolisian.

Menurut Hakim Pengadilan Negeri Cibadak, Windy Ratnasari, ia berharap, "Kalau bisa sosialisasi hukum sampai ke pelosok-pelosok daerah biar masyarakat tahu melek hukum dan tidak buta hukum. Kalau bisa Pemda Sukabumi harus lebih giat untuk bekerjasama dengan para pihak instansi vertikal agar lebih giat mengadakan acara seperti ini supaya masyarakat lebih pintar lagi. Kami berharap angka tindak kriminal bisa ditekan" tuturnya. (e3)

SDIT Cikiray Cisaat Tanamkan Sikap Akhlak Mulia Pada Siswa

SUKABUMI, BM - Dalam menghadapi semesteran tentu mempersiapkan beberapa aspek baik sikap moral apalagi dengan implementasi kurikulum 2013 yang lebih menitikberatkan kepada karakter siswa dalam bidang sikap, wawasan pengetahuan dan wawasan agama. Insya Allah itu semua telah kami cover dalam program-program yang telah dituangkan dalam RKAS, KTSP serta Kurikulum 2013. Insya allah apa yang telah kami rencanakan dan programkan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh pemerintah.

Rahmat Hermawan, S.Ag menjelaskan, "Dalam program pemerintah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dimana kami tentu dengan berbagai macam civitas, dengan guru, dengan manajemen selalu berkoordinasi dengan dinas sehingga apa yang telah kami rencanakan dan implementasikan senantiasa mengevaluasi baik kekurangan maupun kelebihannya. Ketika ada kekurangannya kami selalu mengadakan perubahan dalam perbaikan, ketika ada kelebihan  kita terus tingkatkan.

Untuk implementasi waktu, di SDIT sebagian besar anak lebih banyak berada di sekolah. Tapi itu tidak menjadi suatu tumpuan akhir karena peran serta orang tua dan lingkungan rumah juga mendukung dalam keberhasilan putra/putri kita. Sehingga sekolah selalu mengarahkan, membimbing dan memotivasi mengingatkan anak agar selalu berdoa, berusaha semaksimal mungkin apa yang diajarkan dan memacu kepada anak agar selalu membaca tidak hanya satu sumber pembelajaran namun dari berbagai macam sumber dan yang paling penting ilmu yang telah dipelajarinya dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari, seperti akhlak mulia, senantiasa tilawah dan selalu memacu diri apa yang menjadi satu tujuan buat diri mereka dan tujuan pendidikan sekolah ini.

Pembelajaran PAI dalam situasi kelas terbatas pada jam, namun kami selalu mengimplementasi pada kehidupan sehari-hari setiap pembelajaran senantiasa dikaitkan dengan materi sikap. Dalam keadaan waktu bermain pun kami pantau sehingga hal-hal yang kurang baik selalu kami luruskan untuk meminimalisir hal tadi. Kami selalu menghimbau kepada orang tua mari kita sama-sama untuk membimbing putra putri kita baik di rumah maupun sekolah karena tidak akan tercipta hal baik dan positif bila tidak ada kerjasama semua unsur. Insya Allah apa yang kita rencanakan dapat menjadikan anak senantiasa tauladan dan bisa mencapai apa yang diharapkan". (e3)

Sosialisasi dan Bimtek Pendataan Pendidikan Tingkat Kota Sukabumi

SUKABUMI, BM - Membahas mengenai operator di Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, mereka mempunyai konsep pelayanan pendidikan yang efisien, efektif dan selalu update mengikuti perkembangan teknologi informasi yang saat ini semakin berkembang. Pendataan dilakukan sesuai sistem yang dikembangkan oleh pemerintah pusat melalui Pusat Data Statistik Pendidikan (PDSP).

Terkait hal tersebut, Sekdis Pendidikan Drs. Mulyono mewakili Kadis Pendidikan menjelaskan kepada BM, "Mudah-mudahan dengan pendataan ini kalau peserta memahami dan mengikuti dengan baik, Insya Allah data-data yang dibutuhkan oleh pusat baik oleh propinsi nanti juga bisa dipergunakan oleh daerah dalam rangka mengambil suatu persiapan untuk kebijakan pendidikan di masa yang akan datang.

"Apabila terjadi eror sudah dipersiapkan sebaik-baiknya bagaimana arah penanganan kalau terjadi eror tersebut. Kita bisa berkoordinasi dengan tim data di Dinas Pendidikan, ada kelompok Datadik dari sekolah bagaimana ini terjadi suatu kelemahan/kesalahan yang harus diperbaiki. Insya Allah dengan melakukan semacam sosialisasi ini apabila terjadi kendala di sekolah bisa langsung berhubungan dengan pihak Dinas Kota maupun dengan Dinas Propinsi yang menangani data tersebut.

Sedangkan pihak UPT untuk sementara hanya memantau keberadaan dari pendataan yang dilakukan persekolahan yang ada di wilayahnya. Seandainya ada sekolah yang belum menyampaikan berbagai data informasi bisa melalui UPT dan UPT langsung menugaskan untuk menyelesaikan dari kekurangan tersebut. Ini khusus untuk sekolah di Kota Sukabumi baik negeri maupun swasta dari SD sampai SMA/SMK. Sosialisasi dilaksanakan selama 3 hari dengan narasumber dari propinsi yang menangani masalah pendataan, sehingga nantinya akan memberikan penjelasan yang membantu persekolahan bagaimana mendata dan memasukkan data yang baik sehingga ada semacam ketepatan waktu karena dapat berdampak positif terhadap inventarisir data, dan mencerminkan bahwa Kota Sukabumi sangat peduli terhadap inventarisir data pendidikan tersebut.

Karena sifatnya online harus menggunakan komputer, mereka diharapkan membawa laptop bagaimana mekanisme memasukan data yang cukup banyak untuk dimasukkan operator karena layanan pendidikan sangat banyak terdiri dari peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, sarana, prasarana, hasil pelaksanaan ujian sekolah atau hasil ujian nasional. Mudah-mudahan dengan sosialisasi ini mereka mampu memahami dan kritis di dalam Bimtek sehingga kendala yang mungkin terjadi di sana dapat dikomunikasikan dan nanti bisa bagaimana arah dari sebuah kritisi dapat memberikan bagian komunikasi yang bisa menyelesaikan pendataan dengan baik" paparnya. (e3)


Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Sikap Anak

SUKABUMI, BM - Sikap disiplin kepada anak haruslah sejak dini diterapkan oleh orang tua, sehingga anak menjadi terbiasa melakukannya dan tidak merasa canggung lagi apabila anak dihadapkan pada situasi yang menuntutnya untuk disiplin.

Menurut Titi Nuryati, S.Pd. selaku guru kelas 5 SD Negeri Cihaur Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi mengatakan, " Disiplin ketika anak melakukan percobaan, apakah anak itu memang disiplin dalam melakukan diskusi itu atau tidak. Kemudian tanggung jawabnya dalam melakukan diskusi, rasa ingin tahu, kerjasama atau jujur, hal-hal yang dinilai dari aspek sikap. Untuk materi yang tidak diajarkan dalam mata pelajaran, anak harus diberikan bimbingan. Untuk meningkatkan pembelajaran pada siswa saya sebagai guru kelas 6 memberikan materi pelajaran dilengkapi buku penilaian otentik yang mengacu pada pembelajaran dengan saint, kemudian memuat penilaian otentik dilengkapi dengan tes tertulis.

Ketika anak berbicara kasar guru langsung memberikan nasehat bahwa hal tersebut tidak boleh diucapkan, kemudian anak dibimbing dan diarahkan. Persiapan semester I, anak dalam pembelajaran kurikulum 2013, misalnya ada yang belum tersampaikan guru langsung memberikan pemadatan materi supaya pelaksanaan semester bisa dilaksanakan dengan lancar dan baik. Kemampuan anak dalam menangkap mata pelajaran berbeda-beda, ada yang unggul dalam pelajaran matematika, ada yang IPA, ada yang IPS. Bilamana si anak kurang dalam pelajaran matematika, maka guru membimbingnya. Hal ini bisa dilaksanakan pada jam pelajaran matematika bisa juga pada jam pelajaran bimbingan pengayaan, agar anak memenuhi target. Apabila anak masih belum memenuhi kriteria maka terakhir dilakukan remedial," tuturnya. (e3)



Grand Tuparev Residence Hunian Mewah Bebas Banjir

KARAWANG, BM - Kebutuhan perumahan di Karawang saat ini masih tinggi, hal itu yang coba dibidik developer untuk menyediakan kebutuhan perumahan di Karawang. Salah satunya developer di bawah PT. Rajawali Surya Cemerlang dengan menghadirkan perumahan Grand Tuparev Residence. Berkonsep perumahan mewah yang nyaman di pusat kota, bebas banjir dan dengan harga yang terjangkau dengan luas lahan 3,5 hektar. General Manager Grand Tuparev Residence Karawang John Christian mengatakan, keunggulan Grand Tuparev Residence bangunan yang dijual sudah bersertifikat dan langsung bisa dilakukan balik nama dan AJB kepada pemilik hunian. "Rumah yang dibeli konsumen bisa langsung balik nama dan AJB," kata John.

Ia mengatakan, bahkan dengan keunggulan hunian yang dijual di Grand Tuparev Residence, terbukti jualan tahap satu sudah sold out 100 persen dan tersedia 3 type diantaranya type 40, type 48 dan type 85. "Hunian yang dijual ditahap satu sudah dilengkapi water heater dan AC. Dengan kualitas dinding menggunakan bata merah, atap rangka baja ringan, listrik 1300 watt dan air PDAM," jelas John.

Ditambahkannya, selain kenyamanan dan keuntungan diatas, harga yang dijual di Grand Tuparev Residence sudah termasuk PPN, BPHTB, notaris dan lain-lain. "Investasi di Grand Tuparev Residence akan terus untung, fasilitas jalan disediakan dengan lebar 6-8 meter," terangnya.

John Christian menjelaskan, Grand Tuparev Residence membuka kesempatan penjualan bagi konsumen agar bisa memiliki hunian yang menguntungkan. Tahap kedua saat ini baru memasuki proses pembangunan dengan harga perdana. "Untuk tahap kedua ini kita menawarkan harga perdana. Dengan memberikan kesempatan bagi konsumen datang langsung ke kantor kami di Jalan Tuparev No.232 Karawang," ujarnya.(Dri/Azar)