Hatta Rajasa Terima Pernyataan Sikap LPM

Ketua Umum LPM H Ade E Manurung SH saat menyerahkan Surat Pernyataan pada Hatta Rajasa sebagai dukungan Capres - Cawapres 2014

Prabowo - Hatta Rajasa Deklarasi Capres Cawapres

Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang didukung 6 Parpol siap menangkan Pilpres 9 Juli 2014 yang segera digelar

Demo LMP

Masa LMP Geruduk MK minta MK berlaku jujur dan adil

DEMO DAMAI KPU

Pemerintah DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Timur siap mendukung BNN dalam upaya memerangi penyalahgunaan Narkotika dan zat adektif lainya

LASKAR MERAH PUTIH DUKUNG KPU TETAP NETRAL DAN TANPA TEKANAN ASING

Pemerintah DKI Jakarta melalui DInas Pariwisata dan Kebudayaan menyediakan Bus Wisata Gratis untuk berkeliling di Kota Tua dan Monas

Pemkot Sukabumi Segera Bangun Rumah Sakit Gratis

SUKABUMI, BM - Pemerintah Kota Sukabumi berencana membangun rumah sakit gratis khususnya untuk masyarakat tidak mampu, pada akhir tahun 2014 yang lokasinya di Kecamatan Lembursitu.

"Pembangunan rumah sakit gratis ini harus dipercepat dan kami menginginkan pada tahun ini juga pembangunannya sudah bisa dilaksanakan sehingga pada tahun 2015 bisa dioperasionalkan," kata Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz, Rabu (12/11) lalu.

Menurut Muraz, pembangunan rumah sakit ini merupakan janji politiknya saat kampanye Pemilihan Kepala Daerah pada 2013 lalu dan akan direalisasikan pada tahun ini. Selain itu, tujuan dibangunnya rumah sakit gratis ini untuk membantu Rumah Umum Sakit Daerah (RSUD) R. Syamsudin, SH dalam menangani pasiennya.

Lebih lanjut, pasien dari keluarga miskin yang sakitnya tidak terlalu parah namun harus dirawat inap bisa dialihkan perawatannya ke rumah sakit ini. Untuk anggarannya sendiri pihaknya akan menggunakan alokasi dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kota Sukabumi.

"Diharapkan dengan adanya penambahan rumah sakit ini, bisa menambah pelayanan terhadap pasien tidak mampu untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan maksimal. Sehingga tidak perlu ada lagi pasien yang harus menunggu beberapa hari, karena penuhnya ruang rawat," tambahnya.

Rencananya, rumah sakit ini akan digunakan untuk warga yang menggunakan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan, maupun warga tidak mampu yang menggunakan surat keterangan tanda tidak mampu dari kecamatan maupun kelurahan. Sehingga, targetnya tidak ada lagi pasien miskin yang terlantar karena tidak mempunyai biaya pengobatan.

Di sisi lain, saat ini pihaknya sudah memberikan kartu BPJS Kesehatan kepada 27 ribu warganya yang tidak mampu dan untuk biayanya ditanggulangi sepenuhnya dari APBD Kota Sukabumi dengan anggaran sekitar Rp. 3 miliar. Mereka yang diberikan kartu BPJS ini yang tidak terdata sebagai penerima Jamkesmas dari pemerintah pusat. (e3/net)

Penyuluhan Hukum Desa Sukamantri Kecamatan Cisaat

SUKABUMI, BM - Kesadaran hukum masyarakat saat ini memang masih dalam tingkat rendah, artinya masih banyak masyarakat yang belum tahu banyak tentang hukum yang baik dan benar. Dengan keadaan seperti ini, Pemda Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan peyuluhan hukum bertempat di Aula Kantor Desa Sukamantri Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi minggu lalu. Kegiatan tersebut dihadiri para ketua RT dan RW setempat, tokoh pemuda, tokoh agama, BPD, Camat Cisaat, Kabag Hukum Pemda, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama Kabupaten Sukabumi dan Kepolisian.

Menurut Hakim Pengadilan Negeri Cibadak, Windy Ratnasari, ia berharap, "Kalau bisa sosialisasi hukum sampai ke pelosok-pelosok daerah biar masyarakat tahu melek hukum dan tidak buta hukum. Kalau bisa Pemda Sukabumi harus lebih giat untuk bekerjasama dengan para pihak instansi vertikal agar lebih giat mengadakan acara seperti ini supaya masyarakat lebih pintar lagi. Kami berharap angka tindak kriminal bisa ditekan" tuturnya. (e3)

SDIT Cikiray Cisaat Tanamkan Sikap Akhlak Mulia Pada Siswa

SUKABUMI, BM - Dalam menghadapi semesteran tentu mempersiapkan beberapa aspek baik sikap moral apalagi dengan implementasi kurikulum 2013 yang lebih menitikberatkan kepada karakter siswa dalam bidang sikap, wawasan pengetahuan dan wawasan agama, Insya Allah itu semua telah kami cover dalam program-program yang telah dituangkan dalam RKAS, KTSP serta Kurikulum 2013. Insya allah apa yang telah kami rencanakan dan programkan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh pemerintahan.

Rahmat Hermawan S.Ag menjelaskan, "Dalam program pemerintah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dimana kami tentu dengan berbagai macam civitas, dengan guru, dengan manajemen selalu berkoordinasi dengan Dinas sehingga apa yang telah kami rencanakan dan implementasikan senantiasa mengevaluasi baik kekurangan maupun kelebihannya. Ketika ada kekurangannya kami selalu mengadakan perubahan dalam perbaikan, ketika ada kelebihan  kita terus tingkatkan.

Untuk implementasi waktu, di SDIT sebagian besar anak lebih banyak berada di sekolah. Tapi itu tidak menjadi suatu tumpuan akhir karena peran serta orang tua dan lingkungan rumah juga mendukung dalam keberhasilan putra/putri kita. Sehingga sekolah selalu mengarahkan, membimbing dan memotivasi mengingatkan anak agar selalu berdoa, berusaha semaksimal mungkin apa yang diajarkan dan memacu kepada anak agar selalu membaca tidak hanya satu sumber pembelajaran namun dari berbagai macam sumber dan yang paling penting ilmu yang telah dipelajarinya dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari, seperti akhlak mulia, senantiasa tilawah dan selalu memacu diri apa yang menjadi satu tujuan buat diri mereka dan tujuan pendidikan sekolah ini.

Pembelajaran PAI dalam situasi kelas terbatas pada jam, namun kami selalu mengimplementasi pada kehidupan sehari-hari setiap pembelajaran senantiasa dikaitkan dengan materi sikap. Dalam keadaan waktu bermain pun kami pantau sehingga hal-hal yang kurang baik selalu kami luruskan untuk meminimalisir hal tadi. Kami selalu menghimbau kepada orang tua mari kita sama-sama untuk membimbing putra putri kita baik di rumah maupun sekolah, karena tidak akan tercipta hal baik dan positif bila tidak ada kerjasama semua unsur. Insya allah apa yang kita rencanakan dapat menjadikan anak senantiasa tauladan dan bisa mencapai apa yang diharapkan". (e3)

Sosialisasi dan Bimtek Pendataan Pendidikan Tingkat Kota Sukabumi

SUKABUMI, BM - Membahas mengenai operator di Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, mereka mempunyai konsep pelayanan pendidikan yang efisien, efektif dan selalu update mengikuti perkembangan teknologi informasi yang saat ini semakin berkembang. Pendataan dilakukan sesuai sistem yang dikembangkan oleh pemerintah pusat melalui Pusat Data Statistik Pendidikan (PDSP).

Terkait hal tersebut, Sekdis Pendidikan Drs. Mulyono mewakili Kadis Pendidikan menjelaskan kepada BM, "Mudah-mudahan dengan pendataan ini kalau peserta memahami dan mengikuti dengan baik, Insya Allah data-data yang dibutuhkan oleh Pusat baik oleh Propinsi nanti juga bisa dipergunakan oleh Daerah dalam rangka mengambil suatu persiapan untuk kebijakan pendidikan di masa yang akan datang.

"Apabila terjadi eror sudah dipersiapkan sebaik-baiknya bagaimana arah penanganan kalau terjadi eror tersebut. Kita bisa berkoordinasi dengan tim data di Dinas Pendidikan, ada kelompok Datadik dari sekolah bagaimana ini terjadi suatu kelemahan/kesalahan yang harus diperbaiki. Insya Allah dengan melakukan semacam sosialisasi ini apabila terjadi kendala di sekolah bisa langsung berhubungan dengan pihak Dinas Kota maupun dengan Dinas Propinsi yang menangani data tersebut.

Sedangkan pihak UPT untuk sementara hanya memantau keberadaan dari pendataan yang dilakukan persekolahan yang ada di wilayahnya. Seandainya ada sekolah yang belum menyampaikan berbagai data informasi bisa melalui UPT, dan UPT langsung menugaskan untuk menyelesaikan dari kekurangan tersebut. Ini khusus untuk sekolah di Kota Sukabumi baik negeri maupun swasta dari SD sampai SMA/SMK. Sosialisasi dilaksanakan selama 3 hari dengan narasumber dari propinsi yang menangani masalah pendataan, sehingga nantinya akan memberikan penjelasan yang membantu persekolahan bagaimana mendata dan memasukan data yang baik sehingga ada semacam ketepatan waktu karena dapat berdampak positif terhadap inventarisir data, dan mencerminkan bahwa Kota Sukabumi sangat peduli terhadap inventarisir data pendidikan tersebut.

Karena sifatnya online harus menggunakan komputer, mereka diharapkan membawa laptop bagaimana mekanisme memasukan data yang cukup banyak untuk dimasukan operator karena layanan pendidikan sangat banyak terdiri dari peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, sarana, prasarana, hasil pelaksanaan ujian sekolah atau hasil ujian nasional. Mudah-mudahan dengan sosialisasi ini mereka mampu memahami dan kritis di dalam Bimtek sehingga kendala yang mungkin terjadi di sana dapat dikomunikasikan dan nanti bisa bagaimana arah dari sebuah kritisi dapat memberikan bagian komunikasi yang bisa menyelesaikan pendataan dengan baik" paparnya. (e3)


Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Sikap Anak

SUKABUMI, BM - Sikap disiplin kepada anak haruslah sejak dini diterapkan oleh orang tua, sehingga anak menjadi terbiasa melakukannya dan tidak merasa canggung lagi apabila anak dihadapkan pada situasi yang menuntutnya untuk disiplin.

Menurut Titi Nuryati, S.Pd.SD selaku guru kelas 5 SD Negeri Cihaur Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi mengatakan, " Disiplin ketika anak melakukan percobaan, apakah anak itu memang disiplin dalam melakukan diskusi itu atau tidak. Kemudian tanggungjawabnya dalam melakukan diskusi, rasa ingin tahu, kerjasama atau jujur, hal-hal yang dinilai dari aspek sikap. Untuk materi yang tidak diajarkan dalam mata pelajaran, anak harus diberikan bimbingan. Untuk meningkatkan pembelajaran pada siswa saya sebagai guru kelas 6 memberikan materi pelajaran dilengkapi buku penilaian otentik yang mengacu pada pembelajaran dengan saint, kemudian memuat penilaian otentik dilengkapi dengan tes tertulis.

Ketika anak berbicara kasar guru langsung memberikan nasehat bahwa hal tersebut tidak boleh diucapkan, kemudian anak dibimbing dan diarahkan. Persiapan semester I, anak dalam pembelajaran kurikulum 2013, misalnya ada yang belum tersampaikan guru langsung memberikan pemadatan materi supaya pelaksanaan semester bias dilaksanakan dengan lancer dan baik. Kemampuan anak dalam menangkap mata pelajaran berbeda-beda, ada yang unggul dalam pelajaran matematika, ada yang IPA, ada yang IPS. Bilamana si anak kurang dalam pelajaran matematika, maka guru membimbingnya. Hal ini bisa dilaksanakan pada jam pelajaran matematika bias juga pada jam pelajaran bimbingan pengayaan, agar anak memenuhi target. Apabila anak masih belum memenuhi kriteria maka terakhir dilakukan remedial" tuturnya. (e3)



Grand Tuparev Residence Hunian Mewah Bebas Banjir

KARAWANG, BM - Kebutuhan perumahan di Karawang saat ini masih tinggi, hal itu yang coba dibidik developer untuk menyediakan kebutuhan perumahan di Karawang. Salah satunya developer dibawah PT. Rajawali Surya Cemerlang dengan menghadirkan perumahan Grand Tuparev Residence. Berkonsep perumahan mewah yang nyaman di pusat kota, bebas banjir dan dengan harga yang terjangkau dengan luas lahan 3,5 hektar. General Manager Grand Tuparev Residence Karawang John Christian mengatakan, keunggulan Grand Tuparev Residence bangunan yang dijual sudah bersertifikat dan langsung bisa dilakukan balik nama dan AJB kepada pemilik hunian. "Rumah yang dibeli konsumen bisa langsung balik nama dan AJB," kata John.

Ia mengatakan, bahkan dengan keunggulan hunian yang dijual di Grand Tuparev Residence, terbukti jualan tahap satu sudah sold out 100 persen dan tersedia 3 type diantaranya type 40, type 48 dan type 85. "Hunian yang dijual ditahap satu sudah dilengkapi water heater dan AC. Dengan kualitas dinding menggunakan bata merah, atap rangka baja ringan, listrik 1300 watt dan air PDAM," jelas Jhon.

Ditambahkannya, selain kenyamanan dan keuntungan diatas, harga yang dijual di Grand Tuparev Residence sudah termasuk PPN, BPHTB, notaris dan lain-lain. "Investasi di Grand Tuparev Residence akan terus untung, fasilitas jalan disediakan dengan lebar 6-8 meter," terangnya.

Jhon Christian menjelaskan, Grand Tuparev Residence membuka kesempatan penjualan bagi konsumen agar bisa memiliki hunian yang menguntungkan. Tahap kedua saat ini baru memasuki proses pembangunan dengan harga perdana. "Untuk tahap kedua ini kita menawarkan harga perdana. Dengan memberikan kesempatan bagi konsumen datang langsung ke kantor kami di Jalan Tuparev No.232 Karawang," ujarnya.(Dri/Azar)

Seluruh Satpam RSUD Akan Diganti

KARAWANG, BM - Lemahnya pengamanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang, dikatakan Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Karawang Asep Hidayat Lukman, menjadi biang kerok maraknya pembesuk yang datang secara bergerombol. "Satpam kita lemah, karena kan dioutsourching. Jadi kita tidak bisa negur langsung, dan gak nurut," katanya belum lama ini.

Asep melanjutkan, pada tahun 2015 mendatang akan dilakukan pembenahan dengan mencabut outsourching petugas keamanan. Sehingga aturan jam besuk, hingga pembatasan pembesuk itu dapat diberlakukan. "Tahun depan aturan jam besuk dalam dua gelombang, yaitu pagi mulai pukul 11.00 sampai 13.00, lalu pukul 17.00 sampai 20.00. Di luar jam tersebut tidak diperkenankan, terkecuali mendesak dan penjaga pasien untuk menemani hanya satu orang," tuturnya.

Menurutnya, lemahnya tenaga pengamanan membuat banyak pembesuk tidak taat aturan. Hal ini membuat lingkungan rumah sakit menjadi kotor. Selain itu, menjenguk bergaya piknik ini juga dapat mengancam keamanan dan kenyamanan pasien. Bahkan, tak jarang mereka rela menginap di lorong ruangan kamar pasien. "Kalau dilihat kayak piknik. Pertama, makanan dan minuman yang dibawa pembesuk dibuang sembarangan. Keamanan pasien juga kurang bagus. Lalu, pasien yang memiliki penyakit menular bisa mengancam kesehatan pembesuk," ujarnya.

Ia melanjutkan, pembesuk yang bergerombol itu mayoritas berasal dari berbagai daerah yang jauh dari perkotaan. "Itu biasanya daerah pesisir, atau daerah yang terpelosok, seperti Batujaya, Pakis, Cilamaya, Pangkalan, pokoknya masih di kampung," serunya.

Lalu ada juga ruangan yang tidak diperkenankan masuk, seperti ruang ICU dan Perinatologi. Karena kedua ruangan tersebut harus steril. "Anak kecil usia dibawah 5 tahun juga dilarang masuk ke ruangan pasien, khawatir tertular penyakit," katanya.

Desakan agar adanya pembenahan di RSUD juga dilontarkan oleh Wakil Bupati Karawang Cellica Nurachadiana, meski diakuinya sulit mengubah kebiasaan masyarakat tersebut, namun RSUD harus tegas dalam menjalankan aturan agar menjadi lebih baik. "Di rumah sakit kan yang jenguk itu sampai satu dua truk, jadi penuh," katanya.

Cellica yakin, jika aturan tersebut ditegakkan maka masyarakat akan terbiasa. Meski, awalnya pasti akan ada pro dan kontra. "Jika kita memperjuangkan sesuatu yang baik, harus ada kericuhan dulu, pertempuran dulu, tapi nanti akan berhasil," tandasnya. (Vid/Azar)

2016 Pasar Beras Johar Direlokasi

KARAWANG, BM - Pemerintah Daerah (Pemda) akan membangun sejumlah pasar di tiap kecamatan. Untuk tahap awalnya rencananya dibangun pasar hewan Cikampek dan Tirtajaya bahkan berencana akan membangun pasar induk beras. Rencana ini akan direalisasikan pada 2016 mendatang. 

Hal itu diungkapkan Kadisperindagtamben, Hanafi. Kendati tidak mengatakan saat ini tengah melakukan pendataan pasar namun dia menegaskan tengah membenahi pasar kecamatan dan yang ada di desa. "Kami  mulai membenahi pasar kecamatan dan pasar desa. 2016 semua kecamatan ada pasar," ujarnya.

Lebih jauh ia membeberkan, sekarang ini ada sejumlah kecamatan yang belum punya pasar. Namun untuk langkah awal pihaknya akan memfokuskan pada pembuatan feasibility study (FS) dan detail engineering design (DED) untuk pembangunan sejumlah pasar di Karawang. "Nanti semua kecamatan ada pasar tradisional, saat ini di 2015 fokus DED dan FS terlebih dahulu untuk pasar hewan Cikampek dan Tirtajaya," bebernya.

Menurut Hanafi, munculnya rencana pembangunan pasar di setiap kecamatan untuk meningkatkan roda perekonomian serta memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhannya. Oleh karena itu, kata Hanafi pemerintah daerah berupaya menambah pusat jual beli bahan pokok tersebut. "Dengan adanya pasar itu, akan memudahkan warga untuk mendapatkan kebutuhan bahan pokok dan perputaran ekonomi masuk kas daerah," timpalnya.

Disamping fokus kepada pasar tradisional, Hanafi juga berencana akan membangun pasar induk beras. Menurut Hanafi, Karawang sangat besar potensinya untuk dijadikan pasar induk beras, apalagi ke depan akan dibangun Pelabuhan Internasional yang dapat mendukung  perdagangan beras. "Gudang-gudang yang ada di Johar adalah bagian dari penyebab kemacetan, makanya akan kita buatkan ditempat lain," tuturnya.

Karena seperti diketahui selama ini, adanya aktifitas bongkar muat di Pasar Beras Johar menjadi biang kemacetan. Tak sampai disitu, kegiatan bongkar muat angkutan besar juga terjadi di jalan Tuparev. Alhasil, menjadi  penyebab  kemacetan di jalan tersebut. Namun sayang kondisi tersebut  terkesan dibiarkan, sehingga merugikan pengguna jalan. (Vid/Azar)

Reta Sena Juara Lomba Drum Band se-Kalbar

SAMBAS, BM - Masyarakat Kab. Sambas patut berbangga karena drum band RETA SETA dari SMP Negeri 2 Sambas dan Satria Taruna Seta dari SMP Negeri 1 Sambas yang telah berhasil menjuarai perlombaan drum band se Kalimantan Barat.

Lomba tersebut dilaksanakan pada tanggal (8/11) lalu, menampilkan 8 team dari tingkat SD, 10 team dari tingkat SMP. Sedangkan dari tingkat SMA dan UMUM sebanyak 14 team yang berlaga pada tanggal (9/11) lalu. Masing – masing anggota drum band berasal dari kota Pontianak Kab. Kuburaya, Kab. Sintang, Kab. Sanggau, dan Kab. Sambas.

Lomba tersebut dilaksanakan di kampus prodi ilmu pemerintahan, UNTAN Pontianak, jelas Suriawan saat ditemui BM dalam lomba tersebut. SMP Negeri 2  Sambas telah berhasil menjuarai  lomba drumband tersebut dengan total nilai 2.954 untuk juara I, untuk juara II dengan total nilai 2.867 diperoleh SMP Negeri 3 Pontianak untuk juara III dengan total nilai 2.867 diperoleh SMP Negeri 1 Sambas.

Dalam pertandingan tersebut masing – masing team menampilkan kreasi displai yang dipadukan dengan mars dan lagu, dalam ajang tersebut menampilkan lagu–lagu perjuangan, seperti lagu Maju Tak Gentar, Hari Merdeka dan lain lain, serta lagu wajib Selamat Ulang Tahun dalam tempo 12 menit.

Hal–hal yang dinilai dewan juri adalah, displai meliputi kesempurnaan bentuk formasi, penguasaan lapangan dan kelincahan gerak. Untuk penilaian analisa musik meliputi retmik melodi, harmoni, aransemen, ekspresi penampilan dan penguasaan, pangkasnya.

Suriawan selaku pelatih drum band, di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Sambas menambahkan, selain mendapat juara 1, SMP Negeri 2 Sambas juga mendapat the best mayoret dan the best gempita. Suriawan sangat merasa bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa dan berterima kasih kepada Pemda Kab. Sambas, kepala sekolah, guru – guru, orang tua murid, masyarakat beserta Dinas Pendidikan Kab. Sambas, yang telah memberikan dukungan dan doa restu kepada grup drum band Reta Seta dari SMP Negeri 2 Sambas dan grup drum band Satria Taruna Seta dari SMP Negeri 1 Sambas, yang mampu memenangkan lomba drum band se-Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Kota Pontianak, ujarnya kepada BM. (Ramidi)


Klarifikasi Pernyataan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu

PUTUSSIBAU, BM - Berdasarkan UU No. 40 tahun 2005 tentang Pers bahwa kebebasan Insan Pers sangat bebas dan luas dalam pemberitaan apabila memiliki nara sumber. Dalam hal ini saya,  Agus Arniadi, Koordinator JP – TIPIKOR Kal – Bar, menanggapi sekaligus mengklarifikasi pemberitaan Borneo Tribun dan Pontianak Post tertanggal 6 Agustus 2014 yang nara sumbernya adalah salah satu Wakil DPRD Kab. Kapuas Hulu Periode 2009–2014 berinisial YH, yang mempertanyakan kinerja UPJJ serta mengatakan, bahwa pekerjaan swakelola yang dilakukan oleh UPJJ Wilayah II Kab. Kapuas Hulu tersebut salah dan tidak sesuai peraturan dan perundang-undangan. Memang ketika seseorang hanya melihat dari judul pada pengelolaan swakelola tersebut yaitu : UPJJ tentulah kita hanya mampu beranggapan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh UPJJ hanyalah sebatas pada pemeliharaan jalan dan jembatan saja yang pasti di dalam pemikiran kita bahwa jumlah dana yang dikelola sangatlah terbatas. Apabila analisa kita pada judul yang tertera yaitu UPJJ ( Unit Pemeliharaan Jalan dan Jembatan ).

Namun sebaiknya kita harus mampu belajar lebih dalam lagi tentang ketentuan dan aturan yang sebenarnya pada UPJJ yang melakukan kegiatan pekerjaan swakelola tersebut, sehingga kita tidak asal beranggapan terhadap sesuatu yang perihal sebenarnya kita tidak mengerti dengan aturan yang sesungguhnya.

Saya berharap mari bersama – sama kita mempelajari Peraturan Bupati Kapuas Hulu No. 22 tahun 2009, tentang Pembentukan Unit Pemeliharaan Jalan dan Jembatan pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kab. Kapuas Hulu dan Keputusan Kepala Dinas Bina Marga Dan Pengairan Kab. Kapuas Hulu tahun anggaran 2014 No. 08 tahun 2014, tentang Penunjukkan Personil yang ditugaskan pada proyek pemeliharaan jalan dan jembatan Wilayah II Kab. Kapuas Hulu tahun anggaran 2014. Serta Definisi Aspalt Institut MS -17 juga buku manual yang diterbitkan oleh Departemen Pekerjan Umum Direktorat Jendral Bina Marga, tentang mekanisme pemeliharaan rutin untuk Jalan Nasional dan Jalan Propinsi No. 001/T/BT/1995 untuk metode surve dan No. 002/T/BT/1995 untuk metode perbaikan yang menyatakan bahwa pemeliharaan terbagi 2 ( dua ) yaitu : 1. Pemeliharaan Rutin – 2. Pemeliharaan Berkala, terbagi menjadi 3 (tiga) golongan antara lain : a. Golongan Pembangunan Baru – b. Golongan Pembangunan Peningkatan – c. Golongan Pekerjaan Rehabilitasi.

Bahkan kegiatan swakelola yang dikerjakan oleh UPJJ sudah diatur dalam Perpres No. 54 tahun 2010 dan Perpres No. 70 tahun 2012 tentang Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia yang menyatakan bahwa pekerjaan swakelola merupakan kegiatan pengadaan Barang/Jasa dimana pekerjaannya direncanakan, dikerjakan dan/atau diawasi sendiri oleh K/L/D/I sebagai penanggung jawab Anggaran Instansi Pemerintah lain dan/atau Kelompok Masyarakat.

Bilamana kegiatan swakelola memenuhi persyaratan sebagaimana disebutkan dalam pasal 26 ayat (2) huruf (A) sampai (K) tentang jenis pekerjaan yang dapat dilakukan dengan cara swakelola tersebut maka pekerjaan swakelola tidak dibatasi besaran anggaran tertentu.

Berdasarkan pasal 28 ayat (8) swakelola dapat dilaksanakan melebihi 1 (satu)  tahun anggaran dan dalam melakukan pekerjaan swakelola terlebih dalam PA/KPA menetapkan jenis pekerjaan serta pihak yang akan melaksanakan pengadaan Barang/ Jasa secara swakelola pasal 26 ayat (5), serta mengalokasikan anggaran yang mengacu pada pasal 26 ayat (2.c), maka bilamana kegiatan infrastruktur jalan dan jembatan di daerah perbatasan dan rawan konflik (dilihat dari segi besaran, seperti lokasi atau pembiayaannya tidak diminati oleh penyedia barang/jasa maka dapat dilaksanakan oleh instansi selain penanggung jawab anggaran. Dalam hal ini TNI mengacu pada standar upah Biaya Umum (BU) yang dikeluarkan instansi terkait.

Tahapan swakelola juga mengacu pada peraturan kepala LKPP No. 14 tahun 2012 Bab. VIII. Berdasarkan Perpres No. 54 tahun 2010 serta mekanisme penanganan swakelola oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah Republik Indonesia, maka apa yang dikerjakan oleh UPJJ Wilayah II Kab. Kapuas Hulu tersebut adalah benar dan sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Untuk itu saya menghimbau baik kepada narasumber atau kepada teman-teman wartawan dan LSM, juga kepada para penegak hukum marilah kita bangun dan tanamkan rasa saling menghormati, saling menghargai, serta rasa saling memiliki semua kegiatan pemerintah di Kab. Kapuas Hulu, agar dalam menyikapi semua persoalan yang ada, apalagi yang berkaitan terhadap yang sifatnya ”  indikasi merugikan keuangan negara“ karena bagaimanapun dan dalam persoalan apapun mari kita tumbuhkan dan tanamkan rasa saling menghargai dan menghormati, karena kita tetap harus selalu mengutamakan Etika Koordinasi Terlebih dahulu dalam menyikapi semua persoalan. (ISA. S)

Peserta Dari Kapuas Hulu Berhasil Meraih Juara Tiga Pada Festival Seni Budaya Melayu

PUTUSSIBAU, BM – Festival seni budaya Melayu tingkat Kalimantan Barat yang memperebutkan Tropy Ketua Umum DPP Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu Kalimantan Barat H. Firman Muntaco, SH, MH, belum lama ini di Gor Pangsuma Pontianak merupakan salah satu bentuk wujud untuk mempromosikan khasanah budaya Melayu Kalimantan Barat kepada daerah lain, bahkan kepada mancanegara. Festival seni budaya Melayu tersebut mengambil tema “Takkan Hilang Melayu Ditelan Zaman Dan Melalui Festival Seni Budaya Melayu Kita Pereratkan Puak Melayu Menuju Melayu Nusantara Bersatu”. Festival ini diikuti seluruh DPD Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu se-Kalimantan Barat. Adapun festival yang diperlombakan adalah Senandung Melayu, Peragaan Busana Melayu, Syair Melayu dan Japin diikuti tingkat remaja dan dewasa. Pada ajang festival seni budaya Melayu tingkat Kalimantan Barat, DPD Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu Kabupaten Kapuas Hulu mengikutsertakan  peserta  terdiri dari Rusdi, Setiawan Jodi dan Andis Aulia.

Untuk kategori festival senandung Melayu, peserta atas nama Rusdi dari Kabupaten Kapuas Hulu meraih juara ketiga dan berhak mendapatkan trophi, piagam penghargaan dan uang pembinaan. Sedangkan untuk kategori festival peragaan busana melayu dan syair melayu peserta dari Kabupaten Kapuas Hulu,  belum berhasil meraih juara. Juara satu, juara dua dan juara tiga pada festival seni budaya melayu tingkat Kalimantan Barat berhak meraih trophi, piagam penghargaan dan uang pembinaan dari  Ketua  Umum  DPP  Persatuan  Forum  Komunikasi  Pemuda  Melayu  Kalbar     H. Firman Muntaco, SH. MH serta dari panitia.

Untuk festival peragaan busana melayu sempat diulang kembali karena peserta yang terdiri dari laki laki dan perempuan yang mengikuti festival tersebut  menilai dewan juri tidak netral dan independen.  Hal ini peserta menilai dewan juri di festival peragaan busana melayu itu hanya memihak beberapa orang saja. Atas kejadian tersebut, pihak panitia dengan tegas mengganti  total semua dewan juri di festival peragaan busana melayu. Hasilnya perserta yang mendapatkan juara di festival peragaan busana melayu tingkat Kalimantan Barat benar benar hasil  penilaian dewan juri yang independen. Untuk juara satu, juara dua dan juara tiga festival peragaan busana melayu itu akan mengikuti festival peragaan busana melayu di Brunei Darussalam  mewakili Kalimantan Barat Indonesia ( ISA. S )

Pesan Kepala KUA Embaloh Hulu : Istiqomah di Tahun Baru Hijriyah

KAPUAS HULU, BM - Pembinaan ruhiyah teramat penting bagi muslim, mengingat era sekarang sudah serba materialis yang berarti pemikiran dan arah tujuan hidup lebih banyak ditujukan untuk kepentingan duniawi. Berkenaan dengan datangnya Tahun Baru Hijriyah 1436, maka Kepala KUA Kecamatan Embaloh Hulu berkewajiban untuk mengadakan pembinaan ruhiyah bagi muslimin, di wilayah Kecamatan Embaloh Hulu, khususnya di Wilayah Desa Benua Martinus dan Desa Pulau Manak. Kegiatan KUA tersebut dilaksanakan di Surau At Taqwa Komplek Koramil Embaloh Hulu dan diikuti oleh umat muslim dari Desa Pulau Manak dan Dea Benua Martinus, mengingat kedua desa tersebut saling berdekatan.

Kepala KUA Kecamatan Embaloh Hulu, Murjianto, S. Ag mengawali pembinaan dengan mengingatkan kembali bahwa Tahun Hijriyah sudah memasuki awal tahun, dari 1435 ke 1436 Hijriyah. Beragam kegiatan dalam menyambut pergantian tahun baru hijriyah tersebut, namun bagi umat Islam harus mensikapi dengan selalu muhasabah dalam arti melihat sejauhmana ibadah dan aktivitas di tahun 1435 yang lalu, adapun yang sudah baik ditingkatkan kembali, sedang yang masih ada kekurangannya segera dibenahi kembali untuk menuju keridhaan Allah Ta’ala bukan dengan aktivitas ibadah yang jauh dari tuntunan-Nya.

Dengan adanya pembinaan tersebut diharapkan kaum muslim istiqomah dalam beribadah dan berinteraksi sosial serta saling toleransi antar pemeluk agama di wilayah Kecamatan Embaloh Hulusu khususnya.(Isa/lh)

Data Pertanian Kab/Kota se-Kalbar Harus Valid

KALBAR, BM – Dalam rangka peningkatkan keterampilan petugas dalam pengumpulan data statistik pertanian di Kalbar, Dinas Pertanian Prov. Kalbar melaksanakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Petugas Pengumpul Data Statistik Pertanian, di Hotel Kapuas Palace Pontianak.

Kepala Dinas Pertanian Prov. Kalbar, Ir. H. Hazairin, Kepada BM menyampaikan, Pengumpulan, Pengolahan dan Pelaporan Data Statistik pertanian dilakukan oleh tim di tingkat Kab/Kota se-Kalbar, pengumpulan data tersebut dari lapangan, berupa informasi dari petugas.

Diadakannya pelatihan ini guna komunikasikan antara pusat, propinsi dan Kab/Kota dari para petugas pengumpul data di lapangan dalam upaya membangun kompetensi dalam memberikan  informasi pertanian, kata Kadis. Diharapkan dapat mempercepat terwujudnya peningkatan kualitas data pertanian di daerah ini, akunya.

Dijelaskannya, dalam rangka meningkatkan kapabilitas petugas tersebut, pengumpul data ini akan disesuai dengan buku pedoman yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petugas dalam pengumpulan data pertanian di Provinsi Kalbar, baik dengan peningkatan kapasitas maupun ketepatan waktu. Bila data yang diperoleh berkualitas, maka akan disampaikan ke pusat tentu yang sampai nanti adalah data yang benar dan valid, tegas Hazairin.                

Selain itu,  juga untuk meningkatkan koordinasi sinkronisasi baik pusat, provinsi, serta Kab/Kota, tentu para petugas akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang baik, ucap Hazairin.

Menurut Hazairin, dalam upaya mendukung terwujudnya hal tersebut perlu keterpaduan sistem pengelolaan data pertanian di tingkat pusat sampai ke daerah. Permasalahan dalam pengumpulan data, pengumpulan data ini dilakukan untuk diajukan ke pusat, output yang dihasilkan tentunya adalah peningkatan kualitas data statistik pertanian yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas perencanaan dan pengambilan kebijakan terkait dengan pertanian khususnya di Kalbar ini, paparnya. (**Umar)

100% Pelayanan Air Bersih di Kota Pontianak Terpenuhi di Tahun 2020


PONTIANAK, BM - Direktur Utama PDAM Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak, Afandi, ST menyatakan, bahwa targetnya dapat memenuhi 100% cakupan pelayanan air bersih kepada masyarakat di Kota Pontianak di tahun 2020, ungkapnya, saat ditemui BM di ruang kerjanya, (12/11) lalu.

Ia menjelaskan, dalam mencapai itu semua dilakukan langkah, dimana  PDAM Kota Pontianak mengajukan pinjaman modal ke pusat, sebesar Rp. 573 milyar, guna membangun infrastruktur baru, meningkatkan kapasitas IPA terpasang, mengganti dan memasang jaringan pipa transmisi dan distribusi, serta merehabilitasi pipa yang lama.

Porsi pinjaman dari PDAM sendiri adalah sekitar Rp. 300-an miliar, sedang Rp. 270-an miliarnya bersumber dari APBN dan APBD, “Ini perlu adanya komitmen bersama”. Pinjaman tersebut akan terealisasi sekitar awal 2015, kita tinggal menunggu waktu saja, akunya.

Tahun ini saja targetnya bisa memenuhi kebutuhan air pada masyarakat Kota Pontianak karena pihaknya ingin menuju peningkatan cakupan pelayanan 100% pelayanan, bukannya tahun 2020, melainkan 2019 sesuai permintaan dari Pusat. “Saya yakin target tersebut rampung, yakni di tahun 2019 sesuai yang diminta oleh Pemerintah Pusat, ” tuturnya..(**Umar)

SAR Tidak Pungut Biaya Dalam Memberikan Pertolongan Pada Masyaraka

PONTIANAK, BM - Kepala Kantor SAR Pontianak Slamet Riyadi menyampaikan, perlunya sosialisasi yang intens dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi Badan SAR Nasional (Basarnas) untuk itu, Kantor SAR Pontianak menggelar Rapat Koordinasi SAR Daerah dan Latihan SAR Daerah tanggal (11-13 November 2014) lalu, di Mahkota Hotel, Pontianak.

Melalui tema Rakorsarda tahun 2014 yaitu “Melalui rapat koordinasi dan latihan sar daerah tahun 2014 kita tingkatkan peran serta instansi, organisasi dan masyarakat dalam penanganan musibah dan bencana di wilayah Kalimantan Barat”. 

Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) mempunyai tugas pokok dan fungsi dalam hal memberi pertolongan kepada korban akibat berbagai musibah, diantaranya musibah penerbangan, musibah pelayaran, musibah tanah longsor serta musibah lainnya, jelas Slamet. Untuk irulah, Badan SAR dituntut untuk menyediakan pelayanan SAR diseluruh Wilayah Indonesia khususnya di Kalbar ini.

Selain momentumnya silaturahmi, Rapat Koordinasi ini juga sebagai forum untuk berkomunikasi dan berkoordinasi serta berinteraksi guna untuk tercapainya visi-misi Basarnas yang sesungguhnya.

Masyarakat juga mesti mengetahui tentang penyelenggaraan operasi SAR terkait dengan penaganan musibah urban SAR, ungkap Kepala Badan SAR Kota Pontianak ini, yang ditemui disela-sela kegiatan Rapat Koordinasi SAR Daerah Tahun 2014, Selasa tanggal 11-13 November 2014, di Mahkota Hotel, Pontianak

Slamet menyebutkan kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan kesiapan personil Kantor SAR Pontianak yang ada di bawah komandonya. “Perlu peningkatan serta saling koordinasi antara Kantor SAR Pontianak dengan semua pihak, khusus  yang berpotensi dalam penanganan bencana, baik berupa pencarian maupun tindakan penyelamatan bagi warga yang membutuhkan. Untuk itu, lanjutnya, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini guna mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada agar nantinya perumusan dan perencanaan kebijakan dalam meningkatkaan kinerja operasional di Kantor SAR Pontianak  ke depannya, terang Slamet.

Ia berharap, Tim dapat profesional dalam penyelenggaraan operasi SAR dan terwujudnya sebuah kemapuan operasional Tim SAR yang handal,  serta didukung pula oleh sarana dan prasarana yang memadai dalam upaya penyelenggaraan operasi SAR pada setiap musibah yang terjadi.

Sebagai bentuk kelanjutan dari pelaksanaan rapat koordinasi SAR tersebut  juga digelar latihan operasi SAR “Tanjungpura”  maksud dan tujuan kegiatan ini tidak lain untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang SAR yang  handal dan profesional di kalangan Potensi SAR di Pontianak, Kalbar.

Ini merupakan keseriusan Kantor SAR Pontianak dalam rangka pembinaan potensi SAR  yang selalu siap siaga bila  sewaktu-waktu dipanggil untuk melakukan operasi SAR  dalam upaya penanganan musibah khususnya di Pontianak dan Kalbar pada umumnya, papar Slamet.  “Silahkan masyarakat dapat menghubungi kantor SAR”, himbaunya. Untuk kepentingan operasi penyelamatan yang nantinya  akan dilakukan oleh Tim SAR, “Tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis, tegas kepala Kantor SAR Pontianak ini”, tegas Slamet saat ditemui BM.. (**Umar).