Hatta Rajasa Terima Pernyataan Sikap LPM

Ketua Umum LPM H Ade E Manurung SH saat menyerahkan Surat Pernyataan pada Hatta Rajasa sebagai dukungan Capres - Cawapres 2014

Prabowo - Hatta Rajasa Deklarasi Capres Cawapres

Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang didukung 6 Parpol siap menangkan Pilpres 9 Juli 2014 yang segera digelar

Jokowi dan Prabowo siap bersaing secara sehat

Indonesia akan menentukan Pemimpin Bangsa sosok Capres Jokowi dan Capres Prabowo Subianto mengaku siap bersaing secara sehat dalam Pilpres 9 Juli 2014 mendatang

DEMO DAMAI KPU

Pemerintah DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Timur siap mendukung BNN dalam upaya memerangi penyalahgunaan Narkotika dan zat adektif lainya

LASKAR MERAH PUTIH DUKUNG KPU TETAP NETRAL DAN TANPA TEKANAN ASING

Pemerintah DKI Jakarta melalui DInas Pariwisata dan Kebudayaan menyediakan Bus Wisata Gratis untuk berkeliling di Kota Tua dan Monas

Bukittinggi, Bertahan Menjaga Pesona

MEMASUKI  usia ke-230, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, belum kehilangan pesona. Kota yang sejak 30 tahun lalu dicanangkan sebagai kota wisata itu masih gagah diapit gunung api Singgalang dan Marapi. Bagi kebanyakan wisatawan, melancong ke Sumbar kurang lengkap jika belum ke Bukittinggi.

Daya tarik Bukittinggi, yang pernah dijuluki kota perjuangan karena menjadi kota kelahiran tokoh nasional, seperti Mohammad Hatta, Sjahrir, Muhammad Nasir, dan Tan Malaka, serta sarat sejarah sejak zaman kolonial hingga kemerdekaan, memang terasa. Setiap akhir pekan, termasuk hari libur, kawasan Lembah Anai di Padang Panjang yang menjadi jalur masuk ke Bukittinggi dari selatan penuh antrean kendaraan. Rangkaian sepeda motor, mobil pribadi, dan bus pariwisata kian terasa begitu masuk kawasan Padang Luar, sekitar 7 kilometer dari pusat kota Bukittinggi. Kondisi serupa juga terlihat dari arah utara (Pekanbaru, Riau) dan timur (Medan, Sumatera Utara).

Tiba di pusat kota, wisatawan biasanya menyebar ke berbagai tempat yang menawarkan pemandangan, sejarah, budaya, kuliner, dan belanja. Menara Jam Gadang yang dirancang arsitek Yazid Abidin atau Angku Acik dari Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumbar, masih menjadi magnet utama. Menara setinggi 26 meter itu berdiri kokoh sejak tahun 1826 dan menjadi pusat kegiatan publik di Bukittinggi.

”Sebelum dicanangkan sebagai kota wisata, sektor pariwisata sudah menjadi sumber ekonomi masyarakat Bukittinggi. Sayangnya, upaya pengembangan wisata sebagai ikon kota pada saat itu belum maksimal. Kekhawatiran masyarakat, jika ada orang asing berkunjung dapat merusak agama dan tatanan nilai, menjadi hambatan,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bukittinggi Melfi Abra, Selasa (24/6/2014), di Bukittinggi.

Oleh karena itu, pemerintah kala itu memaksimalkan sosialisasi untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang wisatawan. Semua pihak yang punya kepentingan ikut turun untuk meyakinkan warga bahwa pariwisata bisa menjadi penguat. Upaya itu membuahkan hasil saat masyarakat terbuka dan terlibat. Bukittinggi pun kemudian dicanangkan sebagai kota wisata pada 11 Maret 1984.

Ngarai Sianok di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, merupakan salah satu jalur yang disukai komunitas pesepeda. Jalur yang berkelok-kelok dan pemandangan alamnya yang indah itu membuat jalur ini sering dilintasi para pesepeda. Foto diambil pada 27 April 2014.
Perubahan terjadi di Bukittinggi dan berlangsung sampai sekarang. Euforia masyarakat yang merasakan manfaat dari pariwisata menumbuhkan industri kreatif di berbagai bidang, seperti seni pertunjukan, kerajinan, dan kuliner.

Fasilitas pendukung juga bertumbuh, seperti hotel, rumah makan, dan jasa. Hingga tahun 2012, di Bukittinggi tercatat ada 60 hotel dengan berbagai tingkatan, yaitu 15 hotel berbintang dan 45 hotel nonbintang. Jumlahnya meningkat dari 57 hotel tahun 2011. Tempat kuliner saat ini mencapai 34 rumah makan.

Posisi Kota Bukittinggi sebagai persinggahan perjalanan dari Medan dan Pekanbaru menuju Padang atau sebaliknya berperan besar dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisata. Data Badan Pusat Statistik Kota Bukittinggi menunjukkan, kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara meningkat. Meski sempat turun hingga angka 82.135 orang saat gejolak 1988, wisatawan yang berkunjung hingga tahun 2013 mencapai 436.213 orang per tahun.

Tingginya minat wisatawan memacu tumbuhnya industri kreatif. Ikon Bukittinggi adalah bordir kerancang, yaitu bordir halus dengan lubang-lubang yang terbentuk dari jalinan benang bordir, seperti pada mukena, jilbab, baju kurung, dan baju koko. Sentra kerajinan ini disebut Kampung Bordir Kerancang, yang terletak di dua kelurahan, yaitu Campago Guguk Bulek dan Manggis Ganting, Kecamatan Mandiangin.

Pasangan pemilik usaha Bordir Kerancang Ipuh Mandiangin, Indra (33) dan Neli Pusnimar (27), mengatakan, permintaan bordir kerancang tidak pernah sepi. Setiap minggu, mereka menerima sampai tiga pesanan beragam bordir. Setiap bulan, mereka bisa mengerjakan sekitar delapan bordir pada kain mukena. ”Pemesan datang dari pedagang di kawasan Pasar Atas, Bukittinggi. Mereka biasanya menjual itu kepada wisatawan yang datang,” kata Indra.

Selain kerajinan, kreasi kuliner tak bisa dilepaskan dari Bukittinggi. Makanan khas yang menjadi daya tarik wisatawan adalah nasi kapau, ketupek kapau, kerupuk sanjai, karak kaliang, kerupuk kulit, dende kering, dan belut kering. Salah satu sentra kuliner yang terkenal adalah kawasan Los Lambuang Pasar Lereng. Belasan pedagang akan membuka lapak sejak pukul 09.00 hingga 18.00, menjual nasi kapau atau nasi rames khas Nagari Kapau, Sumbar. Pada hari libur, ratusan orang menyerbu pusat kuliner itu.
Lubang Jepang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Lubang sepanjang 1470 meter ini di bangun pada tahun 1942 dan berisi berbagai macam ruang seperti ruang makan romusha, ruang sidang, hingga ruang amunisi.
”Harapannya, pemerintah bisa memaksimalkan promosi sehingga pada hari biasa tetap banyak wisatawan yang datang ke sini,” ujar Nik Er (53), penjual nasi kapau.

Posisi Bukittinggi juga menumbuhkan toko oleh-oleh, seperti sanjai, di sepanjang jalur yang dilewati wisatawan dari sejumlah daerah luar Sumbar. Dari arah Pekanbaru, toko sanjai banyak terdapat di Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar. Dari arah Medan, toko serupa banyak ditemukan di kawasan Gadut, Kabupaten Agam.

Melfi menambahkan, fokus ke depan adalah pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Selain agar tidak selalu bergantung kepada pemerintah, rencana itu sekaligus untuk memacu ide kreatif dari masyarakat.

Menurut anggota Badan Promosi Pariwisata Sumbar asal Bukittinggi, Eddie Novra Cha, rencana itu bagus. Namun, pemerintah perlu memperhatikan perparkiran di Bukittinggi yang kini belum tertata dengan baik. (Ismail Zakaria)

Pengelola Desa Wisata Harus Berperilaku Wirausaha

YOGYAKARTA -- Pengelola desa wisata di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta harus memiliki perilaku sebagai wirausaha, sehingga diharapkan mampu 'menjual' obyek wisata tersebut kepada wisatawan.

"Untuk itu, perlu strategi pemasaran dan promosi serta perilaku kewirausahaan dari para pengelola, sehingga desa wisata bisa dikelola secara bisnis dan menguntungkan serta berdampak bagi peningkatan perekonomian masyarakat setempat," kata Ketua Yayasan Widya Budaya Yogyakarta, Widi Utaminingsih di Yogyakarta, Selasa (22/7/2014).

Menurut Widi, desa wisata di DIY yang jumlahnya cukup banyak, jika dikelola serius tidak hanya akan menjadi daya tarik wisatawan tetapi mampu menyejahterakan masyarakat setempat. Persoalannya para pengelola desa wisata saat ini masih berpikir jangka pendek. Tidak memiliki strategi pemasaran maupun promosi.

"Dengan demikian, selama ini dalam pelaksanaannya desa wisata menjadi belum tangguh dan mandiri," kata Widi.

Layani Indonesia Timur, Batik Air Tambah 13 Armada

JAKARTA -- Batik Air tak surut berekspansi meskipun mengakui kinerja semester I-2014 tak menggembirakan. Masuk semester II tahun ini, maskapai penerbangan yang terafiliasi dengan Grup Lion, pemilik Lion Air ini, bakal menambah 13 armada pesawat.

Menurut rencana, pesawat pertama akan mulai masuk hanggar Batik Air pada Agustus 2014 mendatang. "Kemudian pesawat berikutnya bertahap setiap bulannya," papar Achmad Luthfie, Presiden Direktur Batik Air, pekan lalu. Sayangnya, dia tak mau sekaligus menyebutkan anggaran pengadaan 13 armada pesawat tersebut.

Yang pasti, ke-13 armada pesawat tersebut terdiri dari tujuh pesawat Airbus A320-200 dan delapan pesawat Boeing 737-800. Penambahan ini bakal menggenapi jumlah armada pesawat Batik Air pada akhir tahun 2014 menjadi 19 armada pesawat.

Bukan tanpa tujuan, Batik Air belanja besar-besaran di tengah kondisi industri penerbangan yang meredup. Ada dua hal yang disasar maskapai penerbangan berlogo batik di badan pesawatnya ini.

Pertama, membidik rute penerbangan baru wilayah Indonesia Timur. Menurut perhitungan Batik Air, rute penerbangan ini masih menjanjikan karena slot penerbangan yang masih sepi. Sejauh ini, rata-rata rute penerbangan ke Indonesia Timur berangkat pada malam hari. Pelaku bisnis penerbangan ini pun kebanyakan adalah maskapai penerbangan kecil.

Salah satu bidikan rute baru adalah Ujung Pandang–Timika. Namun, maskapai penerbangan ini masih harus bersabar merealisasikan penambahan rute baru tersebut. Pasalnya Batik Air masih menunggu persetujuan dari Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Selain membuka beberapa rute baru, Batik Air juga akan menambah frekuensi penerbangan dari rute penerbangan yang sudah ada. "Misalnya rute Makassar–Ternate akan kami tambah dari dua kali penerbangan sehari menjadi lima penerbangan sehari," terang Achmad.

Pilihan Batik Air memperbanyak rute dan frekuensi penerbangan ke Indonesia Timur ini sejalan dengan pilihan mayoritas rutenya. Asal tahu saja, satu-satunya rute penerbangan ke wilayah Barat yang dilayani maskapai penerbangan yang mengudara per Mei 2013 ini, adalah Jakarta–Pekanbaru. (RR Putri Werdiningsih)

Lebaran, Pendapatan Jasa Marga Justru Turun

Jakarta -- Kepadatan jalan tol saat musim mudik ternyata justru membuat pendapatan PT. Jasa Marga (Persero) mengalami penurunan sebesar 20 persen.

Direktur Utama PT. Jasa Marga (Persero), Adityawaman mengatakan, kepadatan jalan tol terjadi saat arus puncak saja. Arus puncak itu diperkirakan untuk mudik di H-3 tepatnya, Jumat 25 Juli 2014 dan untuk balik di H+4 atau pada 1 Agustus 2014. Sedangkan untuk hari di luar itu, jalan tol justru akan sepi.

"Malah turun, naiknya 7 hari aja, H-7 H+7, jadi kosong, dari sisi pendapatan kami tidak mendapatkan sesuatu lebih dari prediksi 20 persen," kata Adityawaman dalam konfrensi pers kesiapan Jasa Marga menghadapi lebaran, di Kantor di Kantor Cabang Cawang-Tomang-Cengkareng, Cililitan, di Jakarta, Senin (21/7/2014).

Menurutnya, penurunan pendapatan tahun ini lebih besar karena dipengaruhi  adanya jalur rel ganda, sehingga moda kereta dapat mengangkut lebih banyak penumpang.

Penurunan pendapatan tersebut, menurut Adit sudah diperhitungkan dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP), sehingga tidak mengagetkan.

"Sudah kami hitung RKAP-nya, tidak mendadak gitu, jadi turunnya sudah kami rencanakan," pungkasnya. (Pew/Gdn)

Sering Bikin Ulah, Pemerintah Bakal Beri Pelajaran ke Newmont

Jakarta -- Pemerintah mulai gerah dengan sikap sewenang-wenang PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) yang sampai detik ini tak berniat mencabut gugatan arbitrase terkait bea keluar minerba. Perusahaan tambang emas ini mempunyai rekam jejak buruk untuk bangsa Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung atau CT menegaskan pemerintah sangat ingin melindungi seluruh investor domestik maupun asing yang beritikad baik bekerja sama dengan negara ini.

"Yang mau usaha benar-benar di sini kita kasih tempat, kita kasih hadiah berupa kemudahan dan perlindungan. Tapi bagi yang tidak, kita kasih pelajaran," ungkap dia kepada wartawan di Jakarta, Senin (21/7/2014) malam.

Newmont, kata menteri yang akrab disapa CT ini menilai kerap kali membuat masalah dengan pemerintah Indonesia. Perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) itu pernah menggugat Indonesia ke arbitrase pada 1998.

"Newmont itu sudah pernah menggugat kita soal divestasi 1998 dari laporan Pak Lutfi yang pernah menjabat Kepala BKPM. Dulu, dia nggak mau divestasi dan kalaupun bersedia itu untuk dirinya sendiri. Jadi dia memang sering bikin masalah," paparnya.

Tak mau terus dipermainkan Newmont, pemerintah ancang-ancang bakal menggugat balik ke arbitrase yang berbeda namun untuk perihal yang belum dapat disebutkan.

"Kalau investor yang nggak baik kita beri pelajaran supaya nggak main-main sama negara ini. Kalau anak nakal sudah kelewat batas kan dipukul," cetus CT.

Namun dia mengaku, pemerintah masih membuka kesempatan bagi Newmont untuk mencabut gugatan tersebut segera. "Kita selalu monitor terus hari demi hari, dan sudah persiapkan gugatan balik. Kita nggak akan gugat kalau dia menarik gugatannya," tandasnya.  (Fik/Ahm)

Dituding Memalak untuk Buka Puasa, Kapolda Sulselbar Kumpulkan Pejabatnya

MAKASSAR — Terkait dugaan meminta setoran untuk menggelar acara buka puasa bersama, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Kapolda Sulselbar) Irjen Pol. Burhanuddin Andi mengumpulkan seluruh pejabat di jajarannya.

Burhanuddin mengumpulkan pejabatnya seusai apel gelar pasukan di Lapangan Karebosi, Senin (21/7/2014). Rapat tertutup pun dilakukan di markas Polrestabes Makassar.

Menurut informasi yang dihimpun di internal kepolisian, Burhanuddin sengaja mengumpulkan pejabatnya untuk membahas pemberitaan media terkait curhat-curhatan setoran untuk beberapa acara buka puasa pimpinan.

Sebelumnya, Kapolda Sulselbar dikabarkan memalak pejabatnya untuk membuat beberapa kali acara buka puasa bersama. Kapolda disebutkan menggelar acara buka puasa bersama beberapa kali dan memintai setoran dari para pejabatnya. Setiap pejabat dikabarkan menyetor minimal Rp 5 juta per acara.

Tudingan ini pun langsung dibantah keras oleh Burhanuddin, Minggu (20/7/2014).

"Omong kosong itu. Tidak ada itu setoran-setoran dari anggota. Kalau acara buka puasa di rumah jabatan, itu saya sendiri dan komunitas warga Soppeng. Kalau yang di Hotel Grand Clarion cuma Rp 40 juta dan saya sendiri yang bayar. Itu fitnah. Bikin malu itu. Saya sudah telepon satu per satu pejabat, siapa yang ngomong seperti itu. Itu acara keluarga dan kerabat saya, ngapain minta-minta sama anggota," bantah mantan Kapolrestabes Makassar ini.

Karena Diintimidasi, Wartawan Demo Rumah Bupati Karawang

Jakarta -- Puluhan awak media mendatangi rumah dinas bupati Karawang, Jawa Barat. Kedatangan mereka, mengecam tindakan tim sukses dan yang mengaku ajudan bupati diduga telah melakukan tindakan intimidasi terhadap para pekerja media saat tengah meliput penggeledahan di rumah dinas bupati oleh KPK.

Puluhan awak media ini melakukan orasi di depan rumah dinas bupati di jalan raya Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat. 

Kejadian itu berawal saat salah seorang jurnalis tv lokal akan melakukan peliputan di rumah dinas bupati Karawang dihalang-halangi dengan melakukan cemoohan dan melecehkannya di hadapan petugas Satpol PP. Selain tim sukses, ajudan bupati Karawang Ade Swara juga telah melakukan intimidasi terhadap wartawan media cetak lokal dengan mengeluarkan kata-kata tidak pantas dilontarkan.

Atas tindakannya itu, kedua oknum tersebut agar meminta maaf terhadap awak media. Ini dilakukan, agar sikap arogan yang diperlihatkan kedua oknum tersebut tidak terulang lagi dikemudian hari.   

“Kami mengecam tindakan yang dilakukan salah seorang tim sukses bupati Ade Swara. Ia, telah melakukan cemoohan terhadap saya ketika akan melakukan peliputan pasca penggeledahan rumah dinas bupati,” ungkap Hasan Basri salah seorang jurnalis tv lokal.

Nasib yang sama juga dialami seorang wartawan media cetak Rosman Al-Azis. Saat itu, ia bersama rekannya mengetahui kedatangan KPK ke rumah dinas bupati. Ketika akan meliput ia dihadang oleh orang yang mengaku ajudan bupati.
“Saya langsung dihadang dan si ajudan itu mengatakan “ga boleh meliput, ini sudah jam malam. Keluar kamu dari sini, kamu tau nggak saya ini ajudan bupati dan istrinya,” ungkap Rosman.

Hingga berita ini ditulis, kedua oknum orang dekat bupati Karawang tersebut belum bisa dikonfirmasi lebih lanjut.

Tweeple Sambut Baik, Uji Coba ERP di Jakarta

Jakarta -- Sejak 12 Juli 2014 sudah dilaksanakan uji coba sistem jalan berbayar elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP). Banyak tweeple yang mendukung program tersebut serta memuji kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama atau disapa Ahok ini.

Ahok menjelaskan bahwa keberadaan sistem ERP nantiya membantu mengatur volume kendaraan pribadi yang melintasi jalan. Karena ia yakin dengan semakin tingginya tarif retribusi ERP, dapat membuat warga jera dan tak ingin lagi menggunakan kendaraan empat roda di jalan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta itu pun menuturkan warga yang merasa kemahalan membayar tarif ERP pasti akan memarkir mobilnya dan beralih menggunakan transportasi umum. "Makanya kami akan memberikan bus tingkat gratis tiap 10 menit lewat. Kita kasihkan bus tingkat", tambahnya.

Nantinya jika sistem tersebut sudah benar-benar diterapkan, rencananya Pemprov DKI akan memberlakukan tarif retribusi minimal Rp 30 ribu dan maksimal Rp 100 ribu. Tingginya tarif tersebut bertujuan membuat para pengendara roda empat jera membayar mahal dan akhirnya beralih menggunakan transportasi umum.
Banyak para Tweeple yang menyambut baik uji coba ERP ini salah satunya akun @teddisinaga yang membuat ciapan, "Gebrakan Ahok bagus, ID card pemprov DKI mulai terintegrasi dengan bank DKI. Kedepannya akan terintegrasi dengan layanan public.cth ERP".

Apabila sistem retribusi tersebut telah berlaku, diharapkan warga DKI dapat beralih ke transportasi umum. Untuk itu, Pemprov DKI akan menyediakan transportasi yang layak.

Polda Bengkulu Siapkan Bengkel Gratis untuk Pemudik

BENGKULU -- Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu Brigjen Pol Tatang Somantri menyatakan, pihaknya menyiapkan beberapa bengkel gratis untuk pemudik. Bengkel itu ditempatkan di 10 kabupaten/kota di daerah itu.

"Lebaran kali ini Polda Bengkulu bekerjasama dengan masyarakat di 10 kabupaten dan kota mendirikan bengkel gratis untuk para pemudik saat melakukan perjalanan, arus mudik dan arus balik," kata Brigjen Pol Tatang, Senin (21/7/2014).

Bengkel-bengkel tersebut tersebar di lokasi pos pengamanan kepolisian dan pemukiman warga yang dilalui oleh para pemudik, yakni Jalur lintas barat dan lintas tengah.

Terkait pengamanan arus mudik dan balik, Tatang mengatakan pihaknya menerjunkan 1.400 personel dan tersebar di 15 pos pelayanan dan 24 pos pengamanan kabupaten dan kota. Dalam pengamanan tersebut polisi juga dibantu aparat TNI dan Satpol PP.

Pos pelayanan kepolisian juga memberikan makanan ringan, tempat tidur bagi pengemudi yang lelah untuk beristirahat selama 24 jam. Terhitung hari ini, pos pelayanan tersebut telah aktif beroperasi di seluruh kabupaten/kota.

Balai Agung Kemalingan, Ahok Marahi Pamdal Balaikota

Jakarta -- Balai Agung, Balaikota, Jakarta menjadi heboh saat acara buka puasa bersama Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan alumni salah satu universitas swasta digelar Kamis 17 Juli 2014 lalu. Saat itu, seorang peserta kehilangan tas berisi laptop, telepon selular, dan dompet beserta isinya.

Namun saat kejadian ini dilaporkan kepada petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) Balaikota DKI Jakarta, tak ada respons memuaskan yang didapat. Para petugas berdalih, pengamanan di Balai Agung bukan tugas mereka.

Mendengar hal itu, Ahok pun geram dan marah. Ketika memimpin Apel Siaga Pengendalian Arus Mudik dan Arus Balik Idul Fitri Tahun 1435 Hijriah pagi ini, dia menegur keras para Pamdal yang berada di bawah pengelolaan Biro Umum DKI.

"Di lapangan ngapain? Ngerokok nggak jelas. Di dalam gedung nggak diawasi. Dipasang bom pun mudah di DKI. Karena tidak ada yang peduli, tidak ada pelototin CCTV," ujar Ahok di Lapangan Silang Selatan Monas, Jakarta, Senin (21/7/2014).

"Itu fakta, jangankan ngawasin arus mudik dan balik di DKI, ngawasin Balaikota aja tidak becus," ketus Ahok.

Padahal, menurut Ahok, seharusnya Pamdal sebagai petugas pengamanan dalam, bertanggung jawab mengawasi situasi di kawasan Balaikota Jakarta melalui CCTV yang tersedia. Jika ada seseorang yang terlihat mencurigakan, mereka harus segera menginformasikan kepada petugas yang berjaga di pintu dan gerbang Balaikota untuk melakukan langkah antisipasi.

"Bagaimana ceritanya ada Pamdal yang bilang ke saya kalau (keamanan) Balai Agung bukan tanggung jawab mereka? Nggak ngerti kerjanya apa. Pamdal sombong, mungkin karena PNS, nggak bisa dipecat. Tahun depan ada UU ASN (Aparatur Sipil Negara), Anda bisa dipecat!" tegas Ahok.

Peserta Apel Siaga hari ini berjumlah 1.800 personel dari berbagai instansi, yakni Dinas Perhubungan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana.
Selain itu ada pula Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Kominfo, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Kebersihan, Dinas Pertamanan dan Pemakamana, serta unsur wilayah kota/kabupaten, TNI AD, AU, AL, dan Polri. (Sss)

Setelah Jembatan Comal Ambruk, Jalur Pantura Macet Total

Pemalang --  Amblasnya Jembatan Comal selain mengakibatkan lumpuhnya jalur utama mudik lebaran ke arah Jawa Tengah, juga mendongkrak harga tiket bus.

Kemacetan total terjadi di ruas jalur utama Pantai Utara Jawa pasca amblas dan ditutupnya Jembatan Comal, Pemalang, Jawa Tengah. Ratusan, bahkan ribuan truk besar hingga kini masih tampak berderet di sepanjang jalur Pantura Pemalang hingga Pekalongan.

Kendaraan besar bermuatan sembako hingga material bangunan enggan memutar balik atau mengalihkan arusnya ke jalur-jalur alternatif. Ribuan kendaraan besar lebih memilih bertahan hingga Jembatan Comal selesai diperbaiki.

Amblasnya Jembatan Comal juga tidak membuat antusiasme warga untuk mudik berkurang. Di Jakarta, pemudik sudah memenuhi Terminal Pulogadung. Sebagian besar dari pemudik tidak mengetahui jika Jembatan Comal amblas. Sopir bus yang mengerti perjalanan mudik justru meningkatkan harga tiket sebesar Rp 50.000.

Hingga kini Jembatan Comal masih dalam perbaikan. Hari ini Kementerian Pekerjaan Umum memasang gelombang baja di bawah Jembatan Comal yang amblas.

Bagi pemudik yang sudah siap berangkat hari ini, jika menggunakan jalur selatan bisa melalui Brebes, Pejagan, Prupuk, Kabupaten Tegal, Purwokerto dan Yogyakarta. Untuk alternatif jalur utara melalui Tegal tidak lagi direkomendasikan. Sebab, jalur alternatif tersebut dalam kondisi macet total. (Sun)

Anak-anak SD Lakukan Aksi Solidaritas untuk Palestina

Blitar -- Sekitar 41 siswa SD Integral Yaa Bunayya Pondok Pesantren Hidayatullah Blitar dengan membawa bendera Palestina dan poster bertuliskan kecaman terhadap Israel mengadakan penggalangan dana untuk rakyat Palestina yang sedang dibombardir oleh pasukan zionis Laknatullah Israel kemarin, Jum'at 18 Juli 2014.

Penggalangan Dana ini dimulai dari jam 08.00 pagi dengan menyusuri rumah-rumah warga di dekat sekolah. Namun sebelum berangkat anak-anak diberi pengarahan dulu oleh ustadz Yusuf selaku penanggung jawab acara ini. Beliau menuturkan bahwa kegiatan ini kita lakukan sebagai bentuk rasa  solidaritas kita terhadap saudara sesama.

Walaupun dalam kondisi berpuasa anak-anak tetap semangat dan bahkan mereka senang sekali dengan kegiatan seperti ini. Sebab bagi mereka rakyat Palestina adalah saudara-saudara sesama muslim dan seiman oleh karena itu sebagai saudara kita wajib membantunya.

Israel yang  telah membombartir Gaza hingga ratusan warga Palestina meninggal dan luka-luka termasuk anak-anak, menurut Aldi siswa klas 6  harus diusir dari bumi Palestina. 

Semangat mereka terwujud dengan  kerelaan mereka berjalan kaki menyusuri pekampungan warga. Sesekali mereka istirahat sambil berteduh di bawah pohon-pohon yang rindang untuk menghilangkan rasa capek dan haus.

Memang nampak di wajah-wajah mereka capek dan lelah namun saat ditanya gimana masih semangat? Perjalanan masih dilanjut? Mereka ternyata menjawab lebih semangat dan lanjutkan perjalanan.

Respon masyarakatpun juga positif tentang kegiatan ini. Mereka bangga melihat anak-anak seusia SD sudah punya sikap peduli terhadap sesama kemudian disisi lain juga mereka sebenarnya kepengen menyumbang tetapi nggak tahu kemana  harus menyalurkan. Melalui kegiatan ini mereka bisa menyalurkannya.

Kepala Sekolah SD Integral Yaabunayya menuturkan bahwa Penggalangan dana ini dilakukan dalam rangka pertama untuk membentuk karakter penduli bagi siswa terhadap sesama. Kedua sebagai wujud kepedulian rakyat Indonesia terhadap nasib rakyat Palestina. Sebab Rasulullah bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah bermanfaat bagi manusia yang lain. Dan  orang muslim dangan muslim yang lainnya bersaudara bagaikan sebuah bangunan yang satu sama lainnya saling menguatkan.

Jam 09.30 kegiatan selesai dan anak-anak kembali ke sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Dan dana yang terkumpul sebanyak Rp 1.330.000.

2 Ribu Pos Kesehatan dan 1.500 RS Disiagakan Jelang Mudik Lebaran

Jakarta --  Sebanyak 2.641 pos kesehatan dan 1.554 Rumah Sakit se-Sumatera Jawa Bali disiagakan menjelang mudik Lebaran tahun ini. Pos kesehatan terdiri dari 2.424 pos kesehatan milik Dinas Kesehatan (800 pos lapangan dan 1.624 Puskesmas) serta sebanyak 217 pos kesehatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Demikian disampaikan Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, di Kantor Kemenkes RI, Jakarta. “Perpindahan penduduk dalam jumlah besar berpotensi risiko terjadinya kecelakaan yang dapat berdampak pada kematian”, ujar Menkes.

Data Kementerian Perhubungan RI menunjukkan peningkatan jumlah pemudik dari 17.245.054 pemudik (tahun 2012), menjadi 18.587.668 pemudik (tahun 2013), dan pada tahun 2014 meningkat 3,83 persen menjadi 19.299.144 pemudik. Arus mudik utamanya terjadi di 10 Provinsi, yaitu Sumatera Selatan, Lampung, Banten,  DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta,  Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan.

Menkes bersyukur akan terjadinya penurunan jumlah kecelakaan dan kematian pada tahun 2013. Berdasar data dari Polri, pada 2013 terjadi 3.675 kasus kecelakaan. Jumlah ini  lebih rendah 29,8 persen dibanding tahun 2012, namun masih berakibat 795 orang meninggal. Jumlah orang meninggal juga  menurun 12,4 persen dibanding tahun 2012.

“Kecelakaan menimbulkan kematian atau kecacatan seumur hidup, itu yang harus kita cegah. Satu kecelakaan itu sudah terlalu banyak  karena satu saja kecacatan atau kematian akibat kecelakaan akan memengaruhi kehidupan orang lain ”, kata Menkes.

Menurutnya, penurunan jumlah kecelakaan dan kematian pada arus mudik dapat diwujudkan dengan melakukan upaya-upaya seperti: 1) Peningkatan kesadaran dan pemahaman para pemudik tentang mudik yang sehat, aman, dan selamat; 2) Kesiapan seluruh jajaran Pemerintah baik kesehatan maupun non-kesehatan dalam memberikan pelayanan publik termasuk pelayanan kesehatan terbaik bagi pemudik di sepanjang perjalanan; serta 3) Penyediaan sarana dan prasarana transportasi yang aman, nyaman, terjangkau dan mencukupi, termasuk sopir yang sehat dan bertanggung-jawab.

Perjalanan mudik juga berisiko terjadinya keracunan makanan, infeksi berbagai penyakit menular, serta meningkatnya atau kambuhnya kejadian penyakit tidak menular seperti  hipertensi, diabetes melitus, dan asma. Selain itu, yang  juga perlu diwaspadai oleh masyarakat adalah tindak kejahatan. Pos kesehatan terdiri dari 2.424 pos kesehatan milik Dinas Kesehatan (800 pos lapangan dan 1.624 Puskesmas) serta sebanyak 217 pos kesehatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).  (GAS)

Minim Hujan, Titik Panas dan Api Terus Bermunculan di Riau

Pekanbaru  --  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprakirakan minimnya curah hujan dan meningkatnya suhu panas di Riau. Kondisi ini kian mempermudah munculnya titik panas serta kebakaran hutan dan lahan.

"Pada umumnya, cuaca di Riau minim hujan. Peluang hujan dengan intensitas ringan dan bersifat lokal masih ada. Itu terjadi di sebagian kecil wilayah pesisir timur dan bagian selatan," kata juru bicara  Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB)  Agus Wibowo  melalui pesan singkatnya, Sabtu (19/7/2014).

Untuk hari ini, Satelit Terra dan Aqua dari BMKG mendeteksi 75 titik panas atau hotspot di Riau. 51 diantaranya dipercaya sebagai titik kebakaran hutan dan lahan. Tingkat kepercayaannya di atas 70 persen.

"Di Pulau Sumatera terpantau 139 hotspot. Paling banyak masih di Riau dengan 75 titik. Kabupaten paling banyak terdapat titik panas adalah Rokan Hilir dengan 64 hotspot," terang Agus.

Di Bengkalis, juga terpantau 6 titik. Wilayah Riau lainnya seperti Kota Dumai terpantau 3 titik dan Pelalawan ada 2.

"Untuk di Rokan Hilir yang dipercaya sebagai titik panas dari kebakaran hutan dan lahan ada 46 titik. Sementara di Kabupaten Bengkalis ada 5 titik," kata Agus.

Ke depannya, titik panas dan api diprediksi akan bermunculan. Jika tidak ditanggulangi dengan cepat, kebakaran hutan dan lahan akan meluas serta berakibat pada munculnya kabut asap.

"Hingga kini, jarak pandang masih normal. Di Pekanbaru jarak pandangnya 6 kilometer, Pelalawan 5 kilometer, Rengat 4 kilometer dan Kota Dumai 5 kilometer," pungkas Agus. (Ans)

Anak Gubernur yang Jadi Wabup Dilaporkan Pakai Ijazah Palsu

Pekanbaru -- Seorang warga bernama Faisal Reza melaporkan Wakil Bupati Rokan Hilir Erianda ke Kepolisian Daerah (Polda) Riau, terkait dugaan ijazah palsu. Namun upaya pelaporannya ditolak Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Ia disuruh pulang dan diminta melengkapi bahan laporannya, Rabu (16/7/14).

Raut kecewa tampak jelas dimukanya. Perjalanan jauh yang ditempuhnya dari Rokan Hilir menuju Pekanbaru tidak membuahkan hasil. "Padahal, berkas-berkas yang menyatakan ijazah palsu itu sudah cukup," kata Faisal.

Mengaku sebagai pemuda biasa, ia mengaku terusik dengan surat dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Administrasi Indonesia Jakarta ke Inspektorat Rokan Hilir. Isi suratnya menyatakan, ijazah anak dari Gubernur Riau Annas Maamun itu palsu.

"Saya mendapatkan fotokopi surat itu yang bertanggal 16 Mei 2014. Ada beberapa berkas lain yang saya bawa sebagai barang bukti, tapi ditolak. Pak polisi minta surat yang asli," imbuh Faisal.

Diminta membawa yang asli, Faisal mengaku tidak bisa. Ia berdalih surat itu ada di Inspektorat dan tidak mungkin akan didapatkannya. "Mana mau orang itu ngasih yang asli karena buat arsip. Itukan tugas polisi mencari. Tak mungkin ada fotokopi kalau tidak ada yang asli," katanya.

Menurut dia, dalam surat yang dibawanya, STIE YAI menyatakan, tanggal kelulusan Erianda -- yang merupakan anak Gubernur Riau Annas Maamun -- tidak ada di sistem database perguruan tinggi tersebut. Kemudian, nama Erianda tidak tercantum dalam serah terima ijazah.

"Lalu, dinyatakan juga nomor seri ijazah Erianda merupakan milik orang lain. Dibalik ijazah tidak terdapat tanggal SK dan PT. Nomor pokok mahasiswa tidak sampai 15 digit. Terakhir, jumlah SKS tidak terpenuhi, di mana dari 156 SKS cuma 150 yang baru terpenuhi," katanya.

Melaporkan dugaan ijazah palsu ini, Faisal mengaku tidak punya maksud politis. Ia hanya tidak bisa melihat pemimpin di daerahnya melakukan penipuan. "Yang digunakan ijazah STIE YAI, tapi pihak STIE sendiri sudah menyatakan tidak identik," ujarnya.

"Kasihan masyarakat Pak. Dia nerima gaji dan tunjangan jabatan dari ijazah ini. Ini yang tidak bisa saya terima sebagai masyarakat," tambahnya.

Selanjutnya, ia akan membuat pengaduan masyarakat ke Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono. Faisal akan melampirkan bukti-bukti dan menceritakan kronologi dugaan pemalsuan ijazah.

"Mudah-mudahan diterima. Saya tau siapa Erianda, sejak kecil dia tidak pernah keluar dari Rokan Hilir. Bagaimana pula dia bisa mendapatkan ijazah dari Jakarta," pungkas Faisal.

Saat dikonfirmasi, Pihak SPKT Polda membantah telah menolak laporan. "Kami minta dia bawa yang asli. Atau bikin saja pengaduan masyarakat ke Kapolda. Kalau Kapolda memerintahkan, akan kami selidiki," ujar SPKT H Hutasoit.
(Rizki Gunawan)