Hatta Rajasa Terima Pernyataan Sikap LPM

Ketua Umum LPM H Ade E Manurung SH saat menyerahkan Surat Pernyataan pada Hatta Rajasa sebagai dukungan Capres - Cawapres 2014

Prabowo - Hatta Rajasa Deklarasi Capres Cawapres

Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang didukung 6 Parpol siap menangkan Pilpres 9 Juli 2014 yang segera digelar

Jokowi dan Prabowo siap bersaing secara sehat

Indonesia akan menentukan Pemimpin Bangsa sosok Capres Jokowi dan Capres Prabowo Subianto mengaku siap bersaing secara sehat dalam Pilpres 9 Juli 2014 mendatang

DEMO DAMAI KPU

Pemerintah DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Timur siap mendukung BNN dalam upaya memerangi penyalahgunaan Narkotika dan zat adektif lainya

LASKAR MERAH PUTIH DUKUNG KPU TETAP NETRAL DAN TANPA TEKANAN ASING

Pemerintah DKI Jakarta melalui DInas Pariwisata dan Kebudayaan menyediakan Bus Wisata Gratis untuk berkeliling di Kota Tua dan Monas

KPK Berencana Kaji Potensi Korupsi Di Pengadaan Alutsista TNI

Jakarta  -  Hingga saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum melakukan kajian terkait potensi korupsi di pengadaan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) TNI. Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas menilai transparansi terkait pengadaan alutsista tersebut belum terlihat.

Untuk itu, lanjut Busyro, KPK berencana akan melakukan kajian terhadap pengadaan alutsista tersebut.

"Belum ada jadwal (kajian), tapi itu penting juga. Sudah kami diskusikan," ujarnya di KPK, Jumat (29/8).

Busyro mengakui potensi korupsi di pengadaan itu sangat rentan terjadi. Busyro mencontohkan, salah satunya terkait pembelian pesawat Sukhoi dan Tank Leopard. Di mana pada pembelian itu, DPR dan pemerintah beradu soal transparansi pembelian alat-alat tersebut.

"Isu pembelian alat sukhoi, isu itu kan bagaimana pemerintah itu harus dihargai, dilacak, kalau memang enggak ada (masalah) ya declare, clean and clear, tapi kalau ada ya diusut," kata Busyro.

Menurut Busyro, adanya sektor pencegahan di pengadaan TNI sangat penting. Sebab dapat terjadi demoralisasi di tubuh TNI lantaran sebagai garda terdepan mempertahankan kedaulatan negara.

"Karena itu transparansi untuk pengadaan alutsista dan yang lain-lain itu menjadi kewajiban elit TNI dan pemerintah sekarang ini," pungkasnya.

Ada Independence Day Run, 9 Ruas Jalan Akan Ditutup

Jakarta - Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69, Istana Negara menggelar Independence Day Run pada hari Minggu, 31 Agustus 2014 dengan tema Semangat 17/8 untuk Merah Putih. Penutupan sejumlah ruas jalan akan dilakukan mulai pukul 05.00-09.00 WIB.

Dalam siaran pers yang diterima Jumat (29/8), lomba lari yang diikuti 45.000 peserta ini akan dilepas oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di depan Istana Merdeka Jakarta pukul 06.15 WIB.

Berkaitan dengan kegiatan ini, untuk keamanan bersama, panitia penyelenggara untuk sementara akan menutup jalan-jalan yang menjadi jalur Independence Day Run.

Penutupan jalan ini akan dilakukan pada tanggal 31 Agustus 2014 mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB. Hal ini dilakukan demi menjaga keamanan dan menciptakan kenyamanan bagi para pelari dan masyarakat yang menjadi penonton acara ini

Berikut adalah jalan-jalan yang akan ditutup pada saat kegiatan berlangsung.

1.  Jalan Merdeka Utara (Ditutup mulai tanggal 28 Agustus 2014)
2.  Jalan Merdeka Barat
3.  Jalan Merdeka Selatan
4.  Jalan Majapahit (arah Jl Merdeka Barat)
5.  Jalan Veteran III
6.  Jalan Budi Kemuliaan
7.  Jalan Kebon Sirih
8.  Jalan Wahid Hasyim
9.  Jalan Pattimura

Selain penutupan jalan, bus Transjakarta pada jalur-jalur tersebut juga akan dihentikan operasinya mulai dari jam 05.00 hingga jam 08.00 WIB.

Ketua Panitia Independence Day Run 2014, Kolonel Adm. Edi Wuryanto, sebagai penanggung jawab acara ini meminta masyarakat untuk memaklumi penutupan jalan selama acara ini berlangsung.

"Independence Day Run ini merupakan wujud pesta rakyat Indonesia untuk merayakan hari kemerdekaannya. Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi meramaikan acara ini pada tanggal 31 Agustus mendatang," ujar Kolonel Edi.

"Dan karena kegiatan ini melibatkan peserta yang cukup banyak, dan pastinya masyarakat yang berpartisipasi juga akan ramai, kami dari panitia sebelumnya meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. Penutupan jalan ini dilakukan semata-mata demi keselamatan bersama selama acara ini berlangsung." tutupnya.

Bandara Kulon Progo Jadi Bandara Pertama Dibangun Tanpa APBN



PT. Angkasa Pura I  (AP I)  memastikan bahwa pembangunan Bandara Internasional Kulon Progo, Yogyakarta, bakal mulai disosialisasikan pada bulan depan atau pada September 2014.

Corporate Secretary AP I, Farid Indra Nugraha mengungkapkan, Bandara Internasional Kulon Progo akan menggantikan Bandara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta. Bandara Kulon Progo ini akan menjadi bandara pertama yang dibangun tanpa menggunakan dana pemerintah.

"Ini pertama kalinya di Indonesia, bandara dibangun bukan dari dana pemerintah. Jadi Bandara Kulon Progo dibangun atas aksi korporasi," katanya seperti yang ditulis, Jumat (29/8/2014).

Dijelaskan Farid, pembangunan bandara tersebut akan memakan waktu tiga tahun dan menelan dana  Rp. 7 triliun.

Farid memastikan bandara tersebut dapat dibangun setelah mendapat izin dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Proses selanjutnya, AP I diminta oleh Sultan untuk berkomunikasi dengan Pemerintah Daerah Kulon Progo dan masyarakat Kulon Progo.

"Setelah sosialisasi, kami akan masuk ke pembebasan tanah yang ditargetkan bisa selesai dalam 1 tahun, kemudian pada April 2015 kami bisa ground breaking," katanya. Dana yang disiapkan untuk pembebasan lahan kurang lebih Rp.  900 miliar.

Pembangunan Bandara Kulon Progo tidak bisa ditunda mengingat jumlah penumpang di Bandara Internasional Adisucipto telah mencapai 5 juta orang per tahun. Bandara Internasional Kulon Progo akan berkapasitas 10 juta penumpang setiap tahun.

Setelah Bandara Internasional Kulon Progo tersebut selesai dibangun, maka bandara tersebut akan diperuntukkan sebagai bandara komersial. Sedangkan Bandara Internasional Adi Sucipto akan digunakan untuk penerbangan VIP dan militer.

Permata Bali Yang Tersembunyi Itu Ada Di Nusa Lembongan

Denpasar- Berbaring di tepi pantai sambil menatap lembayung Bali adalah sebuah momen yang bisa menenangkan diri Anda setelah melewati hari-hari kerja yang sibuk. Itulah gunanya berlibur.

Pulau Dewata Bali memang merupakan satu destinasi wisata favorit para wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Bicara tentang pergi berlibur ke Bali, hal yang penting untuk diperhatikan adalah harga tiket. Untuk bisa mendapatkan tiket pesawat dengan harga murah, Anda perlu memesannya jauh-jauh hari.

Merupakan suatu keberuntungan jika Anda bisa mendapat tiket AirAsia dengan harga kurang dari Rp 600 ribu.

Sebagai tujuan wisata favorit para wisatawan di seluruh dunia, Bali memiliki fasilitas hotel yang lengkap mulai dari kelas bintang 5 sampai hotel untuk para backpacker yang budget-nya terbatas.

Balisani Padma Hotel bisa jadi pilihan Anda untuk penginapan yang harganya terjangkau, namun memiliki letak strategis yang dekat pantai Legian. Di hotel ini juga tersedia kolam renang yang bisa Anda nikmati.

Selama di Pulau Dewata, Anda pasti tidak ingin melewatkan satu momen untuk diabadikan dan diunggah di Instagram. Pemandangan pantai dan matahari terbenam sepertinya menjadi momen favorit para traveller. Untuk urusan perut, Anda bisa mendapat banyak makanan lezat di Ubud maupun di restoran-restoran romantis di Seminyak.

Apakah liburan Anda hanya sampai di situ saja? Tentu saja tidak. Ada satu tempat lain yang perlu anda kunjungi, yakni Nusa Lembongan. Nusa Lembongan, bagian dari Kabupaten Klungkung, adalah sebuah pulau kecil yang asri dan alami yang terletak di sisi tenggara Bali .

Keindahan pulau Nusa Lembongan bisa diibaratkan bagai sebuah permata Bali yang tersembunyi. Pulau ini masih asri dan alami. Ketenangan dan kesederhanannya jauh berbeda dengan hingar-bingar wisata Bali pada umumnya. Keindahan pantainya tidak kalah dengan Kuta, Seminyak, ataupun Nusa Dua. Nusa Lembongan sangat cocok bagi Anda yang ingin lebih dekat dengan alam dan kedamaian.

Pohon Ditanam, Pohon Ditebang: Ruang Terbuka Hijau Palu Berkurang

Sabtu, 16 Agustus 2014, siang. Muhamad Isnaeni Muhidin, pegiat lingkungan di Kota Palu, mendadak marah. Ia melampiaskan emosinya pada teman-temannya yang sedang berkumpul di halaman kantor Radio Nebula FM. Usut punya usut, ia baru saja melewati taman kota di bundaran Jalan Sultan Hasanudin kala melihat pohon-pohon ditebang.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Pohon-pohon itu sudah besar dan menjadi ruang terbuka hijau di Kota Palu. Ini malah ditebang,” kata Neni, panggilan akrabnya.

Neni semakin marah. setelah ia mendengar bahwa alasan penebangan pohon itu hanya untuk membangun tempat parkir kendaraan. Yang lebih memiriskannya, penebangan pohon itu terjadi saat Iwan Fals, legenda musik balada Indonesia, melakukan penanaman pohon sebanyak 6.000 bibit di Tugu Perdamaian Nosarara Nosa Batutu, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.

“Ini kan lucu. Pagi hari Iwan Fals menanam pohon di Tugu Perdamaian bersama pemerintah kota, siang harinya pohon di taman Kota Palu ditebang,” katanya.

Masyarakat Kota Palu menyebut taman kota itu sebagai “Taman Nasional.” Letaknya di pusat kota, tepat berhadapan dengan gedung juang, sebuah kantor militer, dan toko perbelanjaan.

Neni kini tercatat menjadi anggota forum Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH). Forum ini merupakan bentukan pemerintah. Anggotanya bisa individu maupun lembaga. Menurutnya, sesuai dengan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang, pemerintah berkomitmen membangun ruang terbuka hijau sebesar 30 persen. Dan taman kota tersebut, katanya, merupakan titik ruang terbuka hijau yang diprioritaskan di Kota Palu.

Ia mengatakan, tidak ada alasan penebangan pohon hanya untuk membangun lahan parkir. Kalau membangun lahan parkir, kata dia, harusnya dibuat di luar taman. Ini kebijakan yang salah. Apalagi sebelumnya, Neni mengaku sudah menghubungi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Palu, dan mendapat jawaban bahwa sang kepala dinas berjanji tidak melakukan penebangan.

“Tapi ternyata, ada penebangan dengan alasan tidak ada lahan parkir. Masa pohon harus mengalah sama kendaraan,” tandasnya.

Penebangan pohon sendiri terjadi pada Sabtu (16/8) siang, sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Pohon-pohon yang ditebang antara lain johar dan mahoni yang dikenal sebagai pohon pelindung, serta beberapa jenis bunga. Pohon itu diperkirakan berusia belasan tahun.

Salah satu dari tiga orang yang melakukan pekerjaan, mengaku bahwa mereka hanya diperintahkan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk menebang pohon karena akan dibuat lahan parkir. Untuk menebang pohon, para pekerja itu menggunakan gergaji mesin atau Chainshaw.

“Kami hanya diperintahkan menebang pohon di taman ini. Katanya untuk lahan parkir,” ujar salah seorang pekerja.

Iwan Lapasere, salah seorang warga kota Palu mengatakan, sekitar tahun 80-an dan 70-an ke bawah, “Taman Nasional” tersebut punya nilai sejarah, karena sering digunakan sebagai tempat upacara kemerdekaan. Pohon-pohon sebagai tempat berteduh dan tempat yang nyaman untuk anak-anak bermain.

“Waktu saya kecil, saya sering bermain di taman itu. Pohon-pohonya sudah ada. Sekarang pohon sudah ditebang hanya untuk dijadikan tempat parkir. Ini sama saja dengan membunuh memori kami,” ungkap Iwan.
Wakil Walikota Palu, Mulhanan Tombolotutu, ketika diminta keterangannya usai pagelaran konser Iwan Fals di bukit Jabal Nur, mengaku kaget dengan penebangan pohon di taman kota tersebut. Menurutnya Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Palu tidak melakukan koordinasi dengannya.

Selama ini, Mulhanan sering mengatakan bahwa Kota Palu sangat kekurangan ruang terbuka hijau. Ia juga yang mendampingi Iwan Fals menanam pohon. Apalagi Kota Palu memiliki konsep kota hijau berkelanjutan. Namun, setelah penebangan ramai dibicarakan, Mulhanan mendapat kabar bahwa yang ditebang hanyalah pohon kecil dan ranting-rantingnya saja.

“Saya kaget mendengar kabar ini. Tapi saya sudah minta kepada Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk segera membatalkan rencana pembuatan lahan parkir di taman kota. Kalo membuat parkir, harus di luar taman,” kata Mulhanan.

Sumardi, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Palu, justru mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah kota. Namun menurutnya, penebangan pohon itu hanya yang kecil dan dua pohon saja. Tujuannya untuk kepentingan publik.

“Kita mau buat lahan parkir untuk warga yang mengunjungi bundaran taman nasional. Karena selama ini kendaraan pengunjung mengganggu lalu lintas,” kata Sumardi berkilah.

Mimbar bebas protes penebangan

Senin, 18 Agustus 2014, sore. Belasan orang mulai berkumpul di taman Kota Palu. Sebagian besar berpakaian hitam. Protes terhadap penebangan pohon di taman kota yang akan dijadikan lahan parkir berlanjut. Mereka mendengar taman tersebut tetap akan dilanjutkan pembangunannya untuk lahan parkir.
Kali ini, Neni bersama rekan-rekan yang peduli dengan taman kota menggelar mimbar bebas. Mereka berorasi dan bermain musik menentang peralihan ruang tersebut. Namun di belakang mereka, truk berisi pasir terus melakukan penimbunan. Bunga-bunga yang tadinya menghiasi taman itu pun hilang.

“Ini bukan persoalan pohon, tapi peralihan ruang terbuka yang susah payah dibangun, namun dirusak hanya untuk dijadikan tempat parkir. Padahal di Kota Palu, yang kami tahu ruang terbuka hijau baru 10 persen. Sementara yang diamanatkan oleh undang-undang minimal 30 persen,” kata Neni berorasi.

Syahrudin Douw, Direktur Jatam Sulteng yang ikut dalam aksi itu mengatakan, selama dua puluh tahun tinggal di Kota Palu, ia ikut merasakan bagaimana pohon-pohon di taman itu memberikan dampak terhadap lingkungan.

Rahmat Saleh, akademisi dari Universitas Tadulako dan juga pemerhati tata ruang mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya taman kota ini sarat dengan nilai-nilai sejarah. Selain itu, dahulunya ia sering melihat tupai di pepohonan dan juga burung-burung yang bertengger.

Menurutnya, pemerintah kota tidak memiliki perencanaan yang matang dalam mengatur tata ruang. Sebab, tidak memiliki sistem zonasi. Padahal, pemerintah kota menurutnya bisa membuat konsep jejaring hijau, misalkan dengan membuat kanopi yang menghubungkan satu ruang terbuka hijau dengan ruang terbuka hijau lainnya.

“Selain itu, kalau alasannya pemerintah bahwa tidak ada lahan parkir, harusnya dibuat semacam konsep berbagi parkir. Misalkan kendaraan bisa parkir di halaman gedung juang atau di halaman lainnya,” katanya.

Menurutnya lagi, aktivitas kendaraan yang lalu lalang di bundaran tersebut merupakan bagian dari ketidakmatangan pemerintah kota dalam mengatur ruang terbuka hijau. Harusnya kendaraan dialihkan ke jalan lain. Dia juga mengusulkan agar pemerintah setempat menggelar kegiatan seperti festival bunga untuk menghidupkan taman tersebut.

Dalam aksi mimbar bebas tersebut, para pencinta lingkungan ikut menanam bibit pohon di lokasi yang sudah ditimbun pasir. Penanaman itu sebagai bentuk protes terhadap pembangunan lahan parkir di taman kota.


Ini Penyebab Kenapa Piala Adipura Kota Tangerang Harus Diaudit

JAKARTA - Salah satu alasan mengapa piala Adipura yang diraih kota Tangerang harus diaudit karena masih banyaknya sampah dan minimnya ruang terbuka hijau. Banyak hutan kota di kota tersebut yang saat ini berubah menjadi pusat perbelanjaan.

"Salah satu ruang terbuka hijau terbesar di Kota Tangerang, bahkan bisa dibilang hutan kota, sekarang sudah berubah menjadi salah satu pusat perbelanjaan," kata Direktur Eksekutif Wahana Hijau Fortuna Banten, Romly Revolvere, Selasa (19/8/2014).

Menurut Romly, kota yang layak mendapatkan Adipura bukan hanya sekadar kota yang bersih dari sampah, tapi juga memiliki cukup ruang terbuka hijau.

"Makanya kami meragukan objektivitas KLH dalam pemberian Adipura ini. Belum lagi banyak saluran air dan kali yang dipenuhi sampah sehingga kerap menyebabkan banjir. Jalan MH. Thamrin yang selalu tergenang jika hujan deras adalah salah satu contoh nyata ," katanya.

Beberapa waktu lalu, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah sendiri mengakui bahwa ruang terbuka hijau di Kota Tangerang masih sangat minim. "Sampai sekarang RTH di Kota Tangerang cuma ada 11 persen. Memang masih kurang sekali karena lahan juga sudah hampir tidak ada," kata Arief saat diwawancara pada 12 Maret lalu

Sungai Citarum Menyusut Petani Terancam Kekeringan

Bandung - Sungai Citarum mulai menyusut karena memasuki musim kemarau sehingga para petani di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mulai terancam kekeringan.

Uja, salah seorang petani di Desa Bojong Emas Rancakasumba Kabupaten Bandung, kepada wartawan di Bandung, Rabu, mengatakan akibat Sungai Citarum menyusut para petani di Kabupaten Bandung khawatir mengalami gagal panen.

Ia menuturkan, air Citarum merupakan sumber utama lahan pertanian di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung, meski bercampur limbah pabrik tekstil tetap dimanfaatkan oleh petani setempat.

Kini, sekitar tiga pekan airnya terus berkurang, kata dia, sehingga rawan gagal panen, harapannya ada bantuan pompanisasi dari pemerintah setempat untuk mengatasi ancaman kekeringan tersebut.

Sementara itu, Kohar petani lainnya mengaku bahwa pasokan air Citarum semakin berkurang karena memasuki musim kemarau debit air terus menyusut, khawatir petani di Kecamatan Majalaya, Rancakasumba, Tegal Luar, mengalami kekeringan.

Biasanya debit air Sungai Citarum masih bisa digunakan, tapi kini baru memasuki musim kemarau satu bulan terakhir, airnya sudah menyusut, katanya dan menambahkan bahwa hal itu disebabkan rusaknya kawasan hutan di hulu.

Sementara itu, Agus Deni, Ketua Yayasan Komunitas Pencinta Alam Bandung menuturkan hulu Citarum mulai rusak sehingga musim kemarau, debit airnya berkurang, tetapi sebaliknya musim hujan rawan banjir.

Ia mengimbau pemerintah setempat membenahi kawasan hutan di sekitar, agar resapan air masih dapat membantu warga apabila air Sungai Citarum mulai menyusut, karena air sangat dibutuhkan oleh warga.
Untuk itu, kawasan hulu dan hilir selalu dijaga supaya lestari, katanya.(rr)


Diduga Kena Flu Burung, Ribuan Bebek Di Bandung Mati Mendadak

BANDUNG - Ribuan bebek di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mati mendadak. Ribuan bebek itu diduga terkena serangan flu burung. Akibatnya peternak setempat merugi.

Salah seorang peternak bebek Didi di Desa Cijagra Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung, kepada wartawan, mengatakan, tanpa gejala awal ribuan bebek mati mendadak diduga akibat serangan flu burung. Dia menuturkan, dalam dua hari sekitar 1500 bebek milik salah seorang peternak mati, serangan pertama mata bebek berwarna putih setelah itu mati.

Kerugian para peternak bebek di Kecamatan Paseh diperkirakan sekitar Rp 20 juta. Serangan penyakit mematikan bebek mulai terjadi sekitar tahun 2012, hingga kini usaha mereka terancam habis.

Sementara itu Odas peternak lain mengaku, serangan flu burung cukup meresahkan peternak di Kabupaten Bandung karena dalam satu hari ribuan ternak mereka mati mendadak, berbagai upaya telah dilakukan tapi belum bisa mengatasi penyakit tersebut.

Peternak Kabupaten Bandung sebelumnya memberikan berbagai obat, kata dia, bahkan mencoba menggunakan obat alami untuk mengatasi serangan flu burung, harapannya ada binaan dan bantuan dari pemerintah setempat.

Agus kelompok ternak bebek Gumilang menuturkan, sempat diberi arahan oleh dinas terkait, saat ribuan bebek miliknya mati akibat serangan flu burung.

Menurut dia, kandang bebek harus dimusnahkan untuk mengatasi serangan flu burung, padahal kandang tersebut baru disediakan dengan modal sekitar Rp 20 juta, terpaksa dibakar karena dijanjikan akan diganti dan diberikan modal tambahan, hingga kini bantuan usaha belum diperoleh.

Shigeru Ono, Pejuang Jepang Telah Berpulang

Selain bergerilya, Rahmat Shigeru Ono membuat dan menerjemahkan buku rangkuman taktik perang dan buku tentang taktik khusus perang gerilya untuk tentara Indonesia.

SHIGERU Ono, bekas tentara Jepang yang memihak Indonesia, meninggal dunia pada 25 Agustus lalu akibat penyakit tifus dan pembengkakan pembuluh darah. Dia menyusun buku taktik perang gerilya untuk militer Indonesia di masa revolusi.

Ketika kalah melawan Sekutu, banyak tentara Jepang bingung; kembali ke negerinya atau bertahan. Tak sedikit yang melakukan harakiri (bunuh diri untuk memulihkan kehormatan). Shigeru Ono, serdadu Tentara Ke-16 Angkatan Darat Jepang di Jawa, pun sempat tergoda namun mengurungkan niatnya.

Ono, yang lahir pada 26 September 1919 di Furano, Hokkaido, memutuskan bertahan di Indonesia. “Indonesia sudah banyak membantu Jepang. Kami ingin memberikan yang tidak bisa dilakukan oleh negara kami,” ujarnya dalam Mereka yang Terlupakan: Memoar Rahmat Shigeru Ono, Bekas Tentara Jepang yang Memihak Republik karya Eiichi Hayashi.
Ono keluar dari ketentaraan Jepang. Atas saran Kapten Sugono, komandan polisi militer Jepang di Bandung, dia mengganti pakaiannya dengan sarung dan peci, melumuri tubuhnya dengan lumpur agar kulitnya terlihat lebih gelap, dan menambahkan “Rahmat” di awal namanya: Rahmat Shigeru Ono.

Sempat melatih pemuda Indonesia, Ono kemudian menyingkir ke Yogyakarta. Dia menjalankan tugas penting dari Markas Besar Tentara untuk membuat buku rangkuman tentang taktik perang dan menerjemahkannya ke bahasa Indonesia. Atas perintah Kolonel Zulkifli Lubis, petinggi militer Indonesia yang kelak menjadi pejabat KSAD, Ono juga menyusun buku tentang taktik khusus perang gerilya.

Selain itu, bersama eks tentara Jepang dan pejuang Indonesia, Ono bergerilya dari satu tempat ke tempat lain. Salah satunya, menyerang markas KNIL di Mojokerto pada Juni 1947.

Pasca Perjanjian Renville, ada kesepakatan untuk menangkapi semua eks tentara Jepang yang masih di Indonesia. “Pada Juli 1948, untuk menghindari penangkapan, serdadu Jepang berkumpul di Wlingi, Blitar, Jawa Timur untuk membuat satu pasukan. Yang tercecer dikumpulkan,” tulis Wenri Wanhar dalam Jejak Intel Jepang: Kisah Pembelotan Tomegoro Yoshizumi.

Ke-28 eks tentara Jepang yang hadir itu lalu membentuk Pasukan Gerilya Istimewa (PGI) pada 24 Juli 1948. Arif Tomegoro Yoshizumi jadi komandan dan Ichiki Tatsuo wakilnya. Wilayah operasi mereka di Dampit, Malang Selatan, dan Wlingi, Blitar. Ono bertugas di Dampit. Pertempuran pertama PGI adalah ketika menyerang pos tentara Belanda di Pajaran, Malang, semasa gencatan senjata. Aksi mereka berisiko mencoreng nama Indonesia di dunia internasional, namun PGI beralasan Belanda lebih sering melanggar perjanjian.

Sepeninggal Tomegoro Yoshizumi dan Ichiki Tatsuo yang gugur dalam pertempuran, PGI bergabung dalam kesatuan militer formal dan mengubah namanya menjadi Pasukan Untung Suropati 18.

Usai pengakuan kedaulatan pada akhir 1949, Ono menetap di Batu, Malang, Jawa Timur. Dia mengisi hari-harinya dengan bercocok tanam. Pada Juli 1950, Ono menikah dengan Darkasih dan dikaruniai lima anak.

“Dia dijodohkan Sukardi, orang Jepang juga, kawan papi,” ujar Erlik Ono, putri kelima Ono, kepada Historia. Sukardi bernama Jepang Sugiyama.

Ono pernah bekerja sebagai salesman lampu, pegawai perusahaan peternakan di Jakarta, dan perusahaan eksportir rotan di Kalimantan. Setelah pensiun pada 1995, dia kembali ke Batu dan mengisi waktu dengan bertani, menerima wartawan, serta mengunjungi keluarga atau kenalan yang sakit.
“Sifat kekeluargaan bapak sangat besar,” kenang Erlik.

Menteri: Kebun Raya Batam Berstandar Internasional

Batam - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, Kebun Raya Batam diupayakan berstandar internasional agar mampu menjadi pusat konservasi tumbuhan pulau dan pesisir dunia.

"Kebun Raya Batam berstandar `world class`. Harus tingkat internasional. Kalau bisa menjadi yang terbaik di dunia," kata Menteri usai meletakkan batu pertama pembangunan Kebun Raya Batam, Kamis.

Ia mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum siap mendukung seluruh infrastruktur yang dibutuhkan untuk membangun Kebun Raya Batam menjadi pusat konservasi tingkat dunia.

Untuk tahap pertama, Kebun Raya Batam dibangun dengan dana APBN Kementerian PU senilai Rp. 21 miliar. Fasilitas yang dibangun meliputi gerbang utama, jalan, pedestrian, taman, gedung pengelola, rumah kaca.
Dan pada tahun berikutnya, kementerian berencana akan mengembangkan Zona Koleksi yang meliputi "landscape" kawasan, rumah tamu dan infrastruktur lainnya.

Ia berharap, pengerjaan Kebun Raya Batam bisa segera selesai dan dapat dinikmati masyarakat dalam waktu dekat. Karena berdasarkan pengalaman di Kalimantan, pembangunan kebun raya membutuhkan waktu sembilan tahun.

"Mudah-mudahan tidak sampai sembilan tahun sudah selesai," kata dia.
Kementerian Pekerjaan Umum juga aman membangun waduk yang akan menjadi pembatas antara Zona Penerima dan Zona Koleksi.

Menteri mengatakan, pihaknya berencana membangun 47 kebun raya di seluruh Indonesia, sesuai dengan jumlah wilayah hijau (eco region) yang ada di nusantara.

Namun, dari 47 rencana itu, 12 kebun raya menjadi prioritas yang dikerjakan pada tahun-tahun mendatang.
Di tempat yang sama, Wakil Kepala LIPI, Jusman Sayuti mengatakan, kebun raya amat penting untuk melestarikan lingkungan.

Ia mengatakan, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang mencapai 10 persen total kekayaan yang ada di dunia. Namun, kekayaan itu terus berkurang, seiring dengan kerusakan hutan yang terjadi di beberapa daerah.

Peneliti LIPI untuk Kebun Raya Batam, Hartuningsih Siregar mengatakan, kebun raya yang dikelolanya mengkhususkan untuk konservasi tumbuhan dari pulau-pulau kecil pesisir.

Pihaknya sudah mulai eksplorasi untuk mengumpulkan tumbuhan pesisir di Kepri sejak 2013.
"Dan sekarang sudah terkumpul 369 jenis hayati dan jumlah pohon 5.170 spesies," kata dia. (bd)

Menteri PU Resmikan Delapan Proyek Di Kepri

Batam - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meresmikan delapan proyek yang diselesaikan kementeriannya sepanjang tahun anggaran 2010 hingga 2014 di Provinsi Kepulauan Riau.

Delapan proyek yang diresmikan di Batam, Kamis itu diantaranya tampungan air, jembatan, jalan dan waduk yang dikerjakan di kabupaten kota yang berada di wilayah Kepri.

"Kami berharap proyek-proyek infrastruktur yang telah dibangun tersebut dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, memperlancar konektivitas dari satu daerah ke daerah lain," ujar Menteri PU.

Pembangunan beberapa proyek Pekerjaan Umum itu juga diharapkan dapat mendukung pemerataan pembangunan wilayah dan akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri, ujarnya.

Gubernur Kepri Muhammad Sani mengatakan Kepri bersyukur dengan proyek-proyek pembangunan waduk dan jalan Kementerian PU di wilayahnya.

Kepri, terutama di Tanjungpinang dan Bintan amat membutuhkan waduk. Air dalam Waduk Sei Pulai yang selama ini memenuhi kebutuhan air bersih warga sudah semakin berkurang.

"Kami harap semakin banyak lagi pembangunan yang dilakukan Kementerian PU di Kepri," ucap Gubernur, berharap.

Sementara itu, delapan proyek Kementerian PU yang diresmikan di Batam, adalah Tampungan Air Baku Kolong Enam di Kabupaten Bintan, anggaran 2012-2013 senilai Rp. 16,09 miliar dan Embung Pulau Nipa tahun anggaran 2012-2013 senilai Rp. 8,3 miliar.

Kemudian proyek pengamanan Pantai Pulau Laut di Kabupaten Natuna, tahun anggaran 2010-2014 senilai Rp. 15,9 miliar dan pembangunan Jalan Ruas Simpang Gesek (KM 16)-Simpang Lobam (KM 60,14) sepanjang 44,14 km, tahun anggaran 2005-2013 senilai Rp. 131,37 miliar.

Menteri juga turut meresmikan pembangunan Jembatan Busung, Jembatan Ekang, Jembatan Sei Bintan, Jembatan Anculai dan Jembatan Kangboi dengan total 1.540 meter, tahun 2006-2013 senilai Rp. 268,3 miliar serta Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Zota Kecamatan Bulang Kapasitas 10 liter per detik, tahun 2011-2013 senilai Rp. 7,12 miliar.

Selain itu, diresmikan pula SPAM IKK Pulau Nipa kapasitas 2,5 liter per detik tahun 2013 senilai Rp. 4,03 miliar dan prasarana dan sarana dasar ruang terbuka hijau Taman Dendang Melayu, tahun 2011-2012 senilai Rp. 3,45 miliar.(rr)

Catur Berukuran Besar Sukses Buat Warga Padang Penasaran

Padang - Bagi Anda yang gemar dengan olahraga catur yang dapat mengasah otak serta kemampuan berstrategi ini dan ingin merasakan sensasi berbeda bermain catur, Anda dapat berkunjung ke Padang.

Seperti yang dilansir Rabu (27/8/2014), PERCASI Padang setiap harinya menggelar permain catur di Chess Garden di depan sekretariatnya Komplek Tribun Selatan Stadion GOR Agus Salim, Padang.

Demi Ruangan Ber-AC dan Makanan, Panda Ini 'Pura-pura Hamil'

Chengdu - Seekor Panda Besar (Giant Panda) bernama Ai Hin dipersiapkan untuk jadi bintang. Rencananya, proses kelahiran anaknya akan disiarkan secara langsung. Untuk kali pertamanya di dunia.

Namun, Ai Hin kehilangan perannya. Gara-garanya, panda berusia 6 tahun itu diketahui sama sekali tak hamil.

Tak hanya sekadar kehamilan semu (phantom pregnancy), penjaga kebun binatang menduga, Ai Hin mungkin pura-pura hamil demi bisa hidup enak. Demikian menurut pihak Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding kepada Xinhua. Ada-ada saja!

Ai Hin awalnya terpantau menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Nafsu makannya berubah, lebih sedikit bergerak, dan mengalami peningkatan hormon progestasional pada Bulan Juli 2014 lalu.

Namun, setelah diawasi ketat dan diberi perlakukan khusus selama 2 bulan, si panda betina malah kembali berperilaku normal seperti biasanya. Lincah. Semua tanda-tanda sedang mengandung lenyap.

Para ahli mengatakan, panda memang kadangkala sengaja berperilaku -- yang bisa diartikan sebagai tanda-tanda awal kehamilan, setelah mengetahui bahwa tindakan itu bisa membuat mereka diperlakukan istimewa.

"Setelah menunjukkan tanda-tanda kehamilan, calon ibu biasanya dipindahkan ke kamar khusus yang dilengkapi AC dan mendapat perawatan istimewa," kata Wu Kongju, ahli panda, Rabu 27 Agustus 2014.

"Mereka juga dapat lebih banyak bakpao atau roti, buah-buahan, juga bambu. Jadi, beberapa panda yang cedas menirukannya."

Trik Ai Hin yang ketahuan tak hanya membuatnya itu kembali ke kehidupan 'normal', namun bikin para ahli kecewa berat. Mereka berharap, tangis pertama bakal anak hewan itu hingga muncul bulu bermotif hitam-putih bisa disiarkan langsung di dunia maya untuk para pecinta panda di seluruh dunia.

Selama ini, Giant Panda terkenal enggan untuk berkembang biak di penangkaran. Kehamilan semu biasa terjadi.

Membuat mereka berbadan dua bukan perkara gampang. Masa subur betina tak lebih dari 3 hari dalam setahun. Sementara, masa kehamilan berkisar 80-200 hari. Para ilmuwan terus memantau tanda-tanda perilaku dan fisiologis, namun seringkali mereka harus main tebak-tebakan.

Kalaupun kehamilan ternyata asli, anak panda yang dilahirkan belum tentu selamat. Hanya sepertiga panda yang lahir di penangkaran di China berhasil bertahan hidup.

Untung masih ada kabar baik soal hewan terancam punah itu. Seekor panda melahirkan tiga anak sekaligus di Chimelong Safari Park di Guangzhou, China. Satu-satunya panda kembar 3 di dunia!

Sementara itu Kebun Binatang Edinburgh, Skotlandia menduga pandanya, Tian Tian akan segera melahirkan. Perkiraan itu berdasarkan tes ilmiah terbaru, tapi itu saja tak menjamin.

"Kami tak yakin 100 persen Tian Tian hamil sampai ia melahirkan," kata Iain Valentine. Namun, sebagai pencegahan, pihak kebun binatang minta agar pesawat dihalau jauh-jauh, agar tak melintas di atasnya. Semua itu agar si panda tak stres. (Riz)

Satu Koin Uang Zaman Syailendra Bisa Beli Seekor Sapi

MENGOLEKSI barang-barang antik dan kuno tentu saja menjadi salah satu kepuasan tersendiri bagi seorang yang gemar mengumpulkannya. Bahkan, demi menemukan barang yang diinginkan, mereka rela mencari ke berbagai penjuru dunia.

Hal itulah yang dilakukan Puji Harsono, seorang kolektor uang koin. Koleksinya, uang-uang koin itu, berasal dari zaman Raja Syailendra hingga zaman kolonial Belanda.
Hobi Puji ini sudah digeluti saat ia masih kecil, berawal ketika orang tuanya menunjukkan koin 2,5 gulden (koin Belanda) kepadanya.

Kecintaan terhadap koin-koin itu dibuktikan dengan banyaknya koin milik Puji yang disimpannya di dalam sebuah buku. Koin mulai koin emas zaman Syailendra, Majapahit, hingga koin uang zaman penjajahan Belanda berderet rapi di setiap halamannya.

Ada yang unik dari koleksi koin milik konsultan pajak ini. Ternyata pada zaman Syailendra, koin emas yang digunakan sebagai alat tukar-menukar barang tidak menyerupai bentuk lingkaran sempurna. Uang koin zaman itu menyerupai bongkahan emas yang tidak rata. Puji sendiri memiliki berbagai macam koin emas Syailendra.

Menurut Puji, satu koin emas Syailendra pada zaman itu dapat bernilai puluhan juta pada saat ini. Menurut dia, beragam jenis koin emas dapat memiliki nilai nominal yang berbeda-beda.

"Kalau dulu hitungan satu koin itu satu masa, kalau diukur 2,4 gram, jadi satu masa ini bisa beli satu ekor sapi," katanya saat ditemui di kantornya di Jalan Trunojoyo, Bandung, Rabu (27/8/2014).
Koin yang berlaku pada abad ke-8 dan 9 ini ditemukan Puji di kawasan Jawa Tengah pada awal 2000-an. Menurut dia, untuk mencari koin itu, ia bersama tim khusus datang ke wilayah tersebut.

Koleksi lainnya adalah koin dari zaman Majapahit. Berbeda dengan koin Syailendra, koin Majapahit ini sudah mulai memiliki bentuk lingkaran yang sempurna. Puji sendiri memiliki beragam jenis koin Majapahit, dengan ukuran berbeda.

Selain koleksi koin zaman kerajaan, Puji pun memiliki koin dari berbagai daerah di Indonesia. Ia memiliki koin dari Madura, Banten, dan Aceh. Koin dari Madura berbentuk lingkaran sempurna, dengan lubang di tengahnya. Menurut Puji, koin dari Madura merupakan koin asal luar Indonesia yang ditempa kembali oleh orang Madura saat itu.

Lain halnya dengan koin dari Banten, di permukaan koin ini terdapat tulisan dengan aksara Jawa kuno. Menurutnya, pada zaman dahulu, tulisan Jawa kuno menjadi tulisan wajib untuk wilayah Jawa. "Itu artinya Pangeran Ratu Banten. Zaman itu memang rata-rata menggunakan tulisan Jawa kuno. Jadi, di Banten juga digunakan tulisan itu," ujarnya sambil menunjukkan cara menulis aksara Jawa kuno.

Selain itu, Puji mengoleksi berbagai koin negara lain yang pernah beredar dan menjadi alat tukar di Indonesia, seperti koin zaman penjajahan. Ia memiliki koin Tiongkok, Inggris, Belanda, dan Jepang. Menurut dia, koin-koin ini pernah digunakan para penjajah untuk mendapatkan barang di Indonesia.
"Jadi, pada saat mereka kekurangan uang di sini, negara mereka mengirimkan uangnya ke Indonesia dan uang ini menjadi alat tukar mereka saat itu," tutur Puji.

Puji juga mengoleksi uang kertas dari berbagai negara. Dan ada yang unik dari koleksi uang kertas ini. Puji memiliki selembar uang pecahan bernilai seratus triliun dari negara Zimbabwe. Namun, menurut Puji, uang dengan nominal itu tidak bernilai apa-apa, sebab uang senilai seratus triliun itu dicetak pemerintah Zimbabwe saat kurs mata uang negara tersebut anjlok. Menurut dia, beberapa tahun silam negara Zimbabwe mengalami hiperinflasi sehingga pencetakan uang dilakukan dengan nominal yang tinggi.

"Jadi, anggap saja uangnya tidak bernilai apa-apa, tapi yang menariknya nilai seratus triliunnya itu. Paling uang seratus triliun hanya bisa beli satu gelas kopi," katanya. (*)

Pipa Pertamina Terbakar di Subang, Api Setinggi 50 Meter

Jakarta - Kebakaran hebat terjadi akibat bocornya pipa milik Pertamina terjadi di jalan Raya Pantura. Tepatnya di Kampung Batang, Desa Mandalawangi, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul mengungkap, kebakaran itu terjadi sejak Kamis subuh. "Iya mas betul. Kejadiannya tadi pagi sekitar pukul 05.48 WIB," kata dia saat dihubungi Kamis (28/8/2014).

Martinus menuturkan, hingga saat ini petugas pemadam kebakaran masih melakukan pemadaman di lokasi kejadian.

"Ketinggian api mencapai 50 meter. Asapnya 100 meter. Petugas pemadam kebakaran masih melakukan pemadaman," beber Martinus.

Polisi, sambung dia, juga masih melakukan pendataan terkait apakah adanya korban atau tidak. "Masih didata. Nanti informasi terbarunya akan kita informasikan," pungkas Martinus.