Hatta Rajasa Terima Pernyataan Sikap LPM

Ketua Umum LPM H Ade E Manurung SH saat menyerahkan Surat Pernyataan pada Hatta Rajasa sebagai dukungan Capres - Cawapres 2014

Prabowo - Hatta Rajasa Deklarasi Capres Cawapres

Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang didukung 6 Parpol siap menangkan Pilpres 9 Juli 2014 yang segera digelar

Jokowi dan Prabowo siap bersaing secara sehat

Indonesia akan menentukan Pemimpin Bangsa sosok Capres Jokowi dan Capres Prabowo Subianto mengaku siap bersaing secara sehat dalam Pilpres 9 Juli 2014 mendatang

Bersama Perangi Narkoba

Pemerintah DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Timur siap mendukung BNN dalam upaya memerangi penyalahgunaan Narkotika dan zat adektif lainya

Bus Tingkat Penunjang Wisata Jakarta

Pemerintah DKI Jakarta melalui DInas Pariwisata dan Kebudayaan menyediakan Bus Wisata Gratis untuk berkeliling di Kota Tua dan Monas

Iklan

Iklan

Baduy, Tempat Wisata Murah Meriah Untuk Yang Suka Tantangan

Jakarta -- Bagi pecinta travelling mungkin sering ke beberapa wilayah di Indonesia untuk menikmati keindahannya. Bahkan ada juga para traveller pergi ke luar negeri untuk mencari sesuatu hal yang baru di negeri orang. Ada dua kategori untuk travelling, yaitu Backpacker dan Suitcase (Koper).
Backpacker adalah orang-orang yang suka dengan perjalan yang lebih menantang. Seperti mendaki gunung, bermain mobil gunung, dll. Dalam hal biaya, Backpacker ini termasuk yang sangat murah karena tidak memerlukan biaya yang banyak. Kemudian ada juga yang namanya Suitcase atau yang lebih kita kenal sebagai perjalanan yang mewah. Mewah di sini maksudnya adalah  dari  biayanya yang dikeluarkan cukup banyak. Mulai dari biaya transportasi, penginapan, makan, dan lainnya.

Buat yang suka berpergian dengan jenis Backpacker, mungkin bisa di coba untuk pergi ke salah satu daerah di Indonesia tepatnya di Banten yaitu Baduy. Wilayah ini termasuk yang masih mempercayai dan memakai adat-istiadat dalam kehidupan masyarakatnya.
Maka dari itu bila Anda ke Baduy, Anda tidak akan menemukan listrik, sabun, shampoo, pasta gigi, bahkan Anda dilarang untuk memakai teknologi termasuk gadget. Karena di Baduy tidak ada sinyal yang menjangkau. Jangan khawatir itu hanya di Baduy Dalam, ketika berada di Baduy Luar Anda bisa menggunakan gadget beserta peralatan mandi yang dibawa. Namun soal listrik Anda juga tidak akan menemukannya di sana.
Mengapa di Baduy terdapat 2 wilayah yang berbeda? Ini dikarenakan penduduk yang berada di Baduy Dalam ada yang melanggar peraturan adat yang sudah lama dibuat turun temurun dari nenek moyang mereka. Semenjak saat itu dibuatlah wilayah untuk para pelanggar peraturan adat yang bernama Baduy Luar.


Baduy Dalam bisa ditempuh paling cepat dengan waktu 4-5 jam, tergantung kondisi jalan di bukit. Ketika musim hujan perjalanan bisa ditempuh lebih dari 5 jam. Ini di karenakan jalanan yang berbukit sedikit landai ditambah hujan yang turun membuat jalanan menjadi licin dan sulit untuk dilalui.
Namun bila Anda ke Baduy Luar jarak yang ditempuh hanya sekitar 2-3 jam. Anda hanya bisa berjalan kaki untuk sampai di Baduy, baik Baduy Dalam maupun Baduy Luar. Untuk mobil dan alat transportasi lainnya tidak ada yang bisa masuk dan melewati bukit. Maka dari itu banyak pendaki yang kelelahan seusai berjalan melewati bukit-bukit yang ada di wilayah Baduy. Namun kelelahan  para  pendaki  dapat terbayar dengan pemandangan alam yang indah yang dapat dilihat selama perjalanan.

Ketika Anda sampai di Baduy, Anda akan menemukan rumah-rumah yang masih sangat tradisional. Rumah-rumah itu terbuat dari bambu bukan semen dan batako pada rumah umunya. Namun di Baduy Luar penduduknya sudah mengenal perkakas. Jadi di Baduy Luar sudah memakai paku, palu, dsb untuk membuat rumah mereka.
Di Baduy hanya terdapat sekitar 4000-8000 penduduk yang mendiami. Untuk soal pakaian yang dipakai oleh suku Baduy Dalam dan Luar terdapat perbedaan. Di Baduy Dalam penduduknya memakai pakaian berwarna putih. Sedangkan di Baduy Luar penduduknya memakai pakaian berwarna hitam. Jadi Anda dapat membedakan mana suku Baduy Dalam dan mana suku Baduy Luar.  Penduduk  suku  Baduy  selalu  berjalan  kaki  ketika  ingin  berpergian, baik  ke  ladang maupun ke antar wilayah. Mereka tidak mengenal alat transportasi modern.


Mata pencaharian penduduk Baduy masih mengandalkan pertanian. Jika Anda yang ingin pergi ke Baduy jangan lupa membawa beras serta lauk-pauk untuk makan sehari-hari di sana, karena penduduk disana jarang sekali makan nasi. Tapi Anda jangan khawatir karena penduduk di sana akan memasak nasi jika Anda membawa beras. Anda akan menginap di rumah-rumah penduduk, yang sebelumnya pemimpin dari wilayah tersebut akan memberi tau kepada masing-masing penduduk yang ada bahwa Anda akan menginap selama beberapa hari yang telah ditentukan.