Hatta Rajasa Terima Pernyataan Sikap LPM

Ketua Umum LPM H Ade E Manurung SH saat menyerahkan Surat Pernyataan pada Hatta Rajasa sebagai dukungan Capres - Cawapres 2014

Prabowo - Hatta Rajasa Deklarasi Capres Cawapres

Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang didukung 6 Parpol siap menangkan Pilpres 9 Juli 2014 yang segera digelar

Demo LMP

Masa LMP Geruduk MK minta MK berlaku jujur dan adil

DEMO DAMAI KPU

Pemerintah DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Timur siap mendukung BNN dalam upaya memerangi penyalahgunaan Narkotika dan zat adektif lainya

LASKAR MERAH PUTIH DUKUNG KPU TETAP NETRAL DAN TANPA TEKANAN ASING

Pemerintah DKI Jakarta melalui DInas Pariwisata dan Kebudayaan menyediakan Bus Wisata Gratis untuk berkeliling di Kota Tua dan Monas

BNPB Akui Kesulitan Tanggulangi Asap Di Riau

JAKARTA – Sejumlah titik api atau hotspot di Riau masih belum dapat ditanggulangi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), saat ini hanya dapat mengimbau warga untuk menggunakan masker.

"Yang bisa kita lakukan himbauan kepada masyarakat menggunakan masker kalau keluar rumah dan sebagainya," kata Humas BNPT Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan di kantornya, Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Rabu (17/9/2014).

Dikatakan Sutopo, pihaknya belum mendapatkan cara lain untuk menanggulangi kebakaran hutan di Riau. Dirinya mengakui, kebakaran hutan yang disebabkan ulah oknum yang tak bertanggung jawab terus terulang.
"Tapi kita mengimbau dan kejadiannya selalu berulang (kebakaran). Sedangkang ongkos pemerintah mengatasi ini besar sekali," kata Sutopo.

Sebelumnya berdasarkan citra Satelit Terra dan Aqua dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, hotspot (titik panas) hari ini Rabu (17/9) sejak pukul pukul 05.00 WIB, di Sumatera sebanyak 248 titik. Sementara di Riau mencapai 10 titik. Sehingga udara di Kota Pekanbaru dinyatakan tidak sehat.

"Titik panas di Riau tersebar di sejumlah daerah, di antaranya di Kabupaten Inhil 10 titik, di Kabupaten Inhu 8 titik, di Kabupaten Pelalawan 2 titik," ujar Kepala Bidang Data BNPB Agus Wibowo, Rabu (17/9/2014).

Sedangkan untuk titik api (firespot) di Riau mencapai 10 titik, di antaranya tersebar di Kabupaten Inhil 5 titik, di Kabupaten Inhu 4 titik, di Kabupaten Pelalawan 1 titik.

"Cuaca Riau pada umumnya cerah hingga berawan dan diselimuti kabut asap, potensi hujan dengan intensitas ringan dan bersifat lokal diperkirakan terjadi dini hari di wilayah Riau bagian utara dan barat," kata Agus.

Delapan Kecamatan Di Garut Krisis Air

GARUT  --  Delapan kecamatan di Kabupaten Garut mengalami krisis air bersih pada musim kemarau tahun ini. Bantuan berupa pasokan air bersih pun mulai disalurkan ke sejumlah permukiman warga yang mengalami krisis air bersih.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dik Dik Hendrajaya, mengatakan bersama PDAM Tirta Intan menyalurkan air bersih melalui kendaraan tangki ke Kecamatan Baluburlimbangan dan Cibatu.

"Untuk pengadaan air bersih langsung melalui tangki, warga harus mengajukan surat kepada camat setempat. Kemudian diserahkan kepada Bupati Garut. Barulah PDAM akan menyalurkan ke tempat tujuan," kata Dik Dik, Selasa (16/9/2014).

Sebelumnya Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan terdapat delapan kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Jika kondisi seperti ini berlangsung dua minggu lagi, kata Rudy, akan menimbulkan dampak yang luar biasa.

"Delapan kecamatan yang mengalami ini, sudah dilakukan pemetaan. Kami segera mengirim pasokan air bersih menggunakan mobil tangki. Ada tiga wilayah bermasalah, yaitu Cibatu, Selaawi, dan Pasirwangi" kata Rudy.

Sebagai langkah tanggap darurat dalam menangani krisis air bersih di wilayah Pasirwangi, kata Bupati, pihaknya akan mencari solusi melalui program pemerintah pengadaan 100 kilometer pipa air bersih.
Rudy mengatakan seharusnya kawasan Pasirwangi memiliki persediaan air melimpah karena memiliki juga banyak tempat wisata air panas. Karenanya, Bupati akan meminta para pengusaha wisata ini melestarikan kawasan tersebut kembali, di antaranya melestarikan hutan dan mata air.

Ada 18 kecamatan diperkirakan terkena dampak kekeringan di Kabupaten Garut, di antaranya adalah Kecamatan Cibatu, Selaawi, Cibiuk, Leuwigoong, Karangpawitan, Sukawening, Karangtengah, Malangbong, Kersamanah, Baluburlimbangan, Bungbulang, Pakenjeng, Pamulihan, Singajaya, Cihurip, Mekarmukti, Samarang, dan Sukaresmi.

Gubernur : Warga Sekitar Gunung Slamet Tetap Tenang

Magelang  --  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Slamet tetap tenang menyikapi perkembangan aktivitas vulkanik gunung itu, namun selalu waspada terhadap berbagai kemungkinan menghadapi bencana alam tersebut.

"Aktivitas Gunung Slamet terus berkembang, maka masyarakat diminta untuk tetap tenang, tetapi tetap memperhatikan nanti seandainya ada komando-komando," katanya di Magelang, Jumat malam.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan hal itu setelah membuka Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan XXIII  tingkat Jawa Tengah yang dipusatkan di Kota Magelang dan berlangsung pada 12-14 September 2014.

Ia memantau terus perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Slamet yang letak geografisnya meliputi Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes itu.
"Kita memantau terus menerus, termasuk dari Badan Geologi. Saya menerima laporan rutin untuk itu. Saya memantau dari sini," katanya.

Ia mengatakan berbagai persiapan untuk evakuasi warga sekitar telah dilakukan oleh petugas.
"Termasuk untuk evakuasi sudah kita lakukan, bahkan sebelumnya, kita juga sudah sampai latihan untuk evakuasi warga, larinya kemana, titik di mana," katanya.

Kesiapan untuk menghadapi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Slamet, katanya, juga menyangkut logistik dan obat-obatan.

Selain itu, pihaknya juga melakukan perbaikan terhadap beberapa jalur evakuasi warga sekitar Gunung Slamet ke tempat yang relatif lebih aman.

" Beberapa jalur evakuasi kita perbaiki dan memang sayang ada beberapa jalur yang kemarin, nampaknya belum selesai kita perbaiki, makanya saya minta kepada BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), bisa nggak ini dikerjakan dalam waktu yang pendek," katanya.

Ia mengharapkan situasi terkait dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Slamet tidak memburuk.
"Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa," katanya.

Pada kesempatan sebelumnya, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Surono mengatakan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Slamet menunjukkan letusan tipe strombolian, berupa lontaran material atau lava pijar dan letusan abu tebal berwarna kehitaman dengan ketinggian asap maksimum 1.500 meter.

" Lontaran material pijar tersebar dalam radius kurang dari empat kilometer dari puncak Gunung Slamet. Abu vulkanik dapat tersebar jauh, bergantung arah dan kecepatan angin," katanya.
Ia mengatakan  status  aktivitas vulkanik Gunung Slamet hingga saat ini tetap "Siaga", sedangkan masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius empat kilometer puncak gunung tersebut."

Di luar radius tersebut, masyarakat agar tetap tenang, tidak usah panik atau takut dengan suara-suara letusan atau dentuman dan lontaran material pijar. Lakukan aktivitas seperti biasa," katanya.

Tak Hanya Pantai, Kuta Punya Wisata Goa Gong Yang Melegenda

Badung  - Sebagian masyarakat hanya mengenal Kuta dengan keindahan pantainya dan sebagai pusatnya kampung turis di Bali. Siapa sangka kalau wilayah Kabupaten Badung bagian selatan ini juga terkenal dengan wilayah seribu goa. Salah satunya adalah keindahan dan keunikan dari Goa Gong yang terletak di Bukit Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Untuk menuju ke goa ini tidaklah sulit, kita tinggal mengambil jalur arah kampus bukit Jimbaran dari By pass Ngurah Rai Jimbaran. Tiba di pertigaan kampus sudah ada petunjuk arah menuju ke Goa Gong. Bagi kalangan masyarakat di Bukit Jimbaran Goa ini tidaklah asing. Bahkan saat angin datang dari arah timur, jika keras maka sering terdengar hempasan angin di goa seperti raungan harimau.

Goa yang terletak di ujung bukit Jimbaran ini, sangat indah melihat alam di bawah. Bahkan dari Bandara Ngurah Rai hingga Pelabuhan Benoa dan Tanjung Benoa Nusa Dua terlihat dari altar bibir goa. Sesungguhnya goa ini kembar, karena di seberang jalan yang tidak jauh dari sisi goa juga terdapat Goa Tirta Beji. "Goa yang sebelahnya itu (Goa Tirta Beji) baru ditemukan. Kalau ditelusuri Goa Gong tembusannya di Goa Tirta itu. Hanya saja ruangnya yang sempit," terang Mangku Alit, seorang pemangku di goa ini, Rabu (17/9).

Keunikan dari goa ini, saat memasuki areal dalamnya kita seperti berada dalam suasana hujan gerimis. Hampir setiap bebatuan menyemburkan air, kendati dimusim kemarau. "Tetesan air ini tidak ada pasang surutnya, sudah sejak jaman dahulu seperti ini. Tetapi bukit ini adalah bukit tandus," terang Mangku meyakinkan.

Di areal dalam goa yang lebarnya tidak lebih dari lapangan futsal dan ketinggian dindingnya hanya 15 meter, nampak seperti di dalam mesin pendingin namun udaranya pengap. Keunikan lainnya di dalam goa ini, juga terdapat situs dan arca. Karenanya untuk memasuki goa ini tidak diperkenankan dalam tujuan hanya wisata, kecuali melakukan persembahyangan. "Umat lain juga banyak yang masuk, tetapi untuk minta air suci guna pengobatan," paparnya.

Hanya saja kata Mangku Alit, goa ini ditutup setiap hari Rabu. Alasannya, khusus hari rabu tidak diperkenankan untuk memasuki goa kendati saat itu jatuh bertepatan dengan hari persembahyangan umat hindu di Bali. "Sudah dari seperti itu. Pernah warga kami ada yang nekat menentang dan melaksanakan persembahyangan di hari Rabu di goa ini. Akibatnya banyak kejadian aneh menimpa warga, sejak itu kami tidak berani melanggar," ucap Mangku.

Untuk diketahui, selain keberadaan goa ini juga ada banyak goa di wilayah perbukitan Jimbaran dan Pecatu, di Kecamatan Kuta Selatan. Seperti, Goa Sugih, Goa Sunia, Goa Putri  dan  beberapa goa lainnya. Sayang keberadaan goa ini kurang tersentuh peran pemerintah.

Kedapatan Tangkap Ikan Dengan Bom, Dihukum Sungkem Ke 400 KK

Badung  -  Cara unik dilakukan oleh desa adat Kelan di Kecamatan Kuta Kabupaten Badung bila mendapati nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan bom. Mereka akan dikenakan sanksi adat dengan sungkem ke 400 KK warga adat.

Seringnya didapati adanya banyak ikan yang mengambang di perairan laut Kelan, Kedonganan dan Jimbaran, membuat warga nelayan asli penduduk setempat geram. Mereka menggelar parum adat nelayan, Selasa (16/9) di balai nelayan pantai Kelan.

Menurut Bendesa Adat Kelan, Made Sugita, masih ada nelayan yang menggunakan bom dalam menangkap biota laut.  Ini justru kurang mendapat pengawasan yang intens dari pemerintah terkait. Sebab desa adat sendiri tidak bisa mengontrol hal tersebut secara maksimal.

"Kami di adat tentu lebih banyak ke persoalan adat. Di nelayan ini sudah ada manajemennya sendiri yang memang tetap di bawah desa adat. Tetapi secara 24 jam tidak mungkin pantau," kata Sugita.

Dirinya berharap agar hal tersebut dapat dibantu oleh instansi terkait dalam melakukan pemantauan  karena kebanyakan nelayan tersebut bukan warga adat Kelan. Sehingga nelayan di Kelan sendiri yang dirugikan atas imbas tersebut.

"Dari nelayan Kelan sendiri, tidak ada yang pakai bom ikan. Malah dari luar yang kebanyakan menggunakan," ungkap Sugita.

Dalam paruman adat, dikatakan Sugita bahwa sanksi bagi mereka yang kedapatan melakukan bom ikan, maka dipastikan selain diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk diadili, desa adat juga mengenakan sanksi adat. "Kita suruh bersih-bersih di pura kahyangan serta meminta maaf kepada masing-masing warga adat dan diwajibkan mendapatkan tanda tangannya. Jumlah warga adat kami ada 400 KK," ancam Sugita.

30 Anggota DPRD Jabar Gadaikan SK Ke Bank

BANDUNG  - Sebanyak 30 anggota DPRD Jabar menggadaikan SK pelantikan ke Bank Jabar Banten (BJB). 'Disekolahkannya' SK itu dibenarkan oleh Ketua Sementara DPRD Jawa Barat, Gatot Tjahjono wajar. Sebab anggota DPRD Jabar terpilih memiliki banyak kebutuhan.

"Jumlahnya ada sekitar 30-an, kalau orang pinjam uang ke bank itu wajar, apalagi BJB itu bank yang cukup besar di Jawa Barat dan punya kredit market terhadap PNS dan dewan," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (17/9).

Berbagai alasan para wakil rakyat itu 'menyekolahkan' SK-nya. Mereka ada yang menggadaikan SK untuk membeli rumah, mobil dan keperluan pribadi untuk menunjang kinerjanya selama menjabat.

Dirinya pun sebagai ketua tentu harus mengetahui digadaikannya SK tersebut ke Bank. Dari 100 anggota memang baru hanya 30 DPRD. Dia memiliki tugas memberikan surat keterangan kepada BJB yang membenarkan bahwa orang yang menggadaikan SK adalah anggota dewan.

"Tugas saya juga menjaga supaya kemampuan pembayaran mereka tidak mengganggu," jelasnya.

Dia juga mencantumkan pemasukan dari anggota dewan sebagai sumber pembayaran kepada bank. Untuk jumlah pinjaman dia menyebut beragam. Kisarannya ada di sekitar Rp 200-300 juta.

Mebel Indonesia Cuma Kuasai 1 Persen Pasar Dunia

JAKARTA  - Pemerintah mendorong industri mebel dan kerajinan untuk meningkatkan komoditi ekspor guna menambah pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Peran Indonesia dalam dunia mebel global, baru mencapai angka satu persen dari porsi pasar global sebesar USD 440 miliar di tahun 2013.  Angka tersebut sangat jauh tertinggal dari China yang mencapai 31 persen.

Deputi Kementerian Perekonomian bidang Perniagaan dan Kewirausahaan Edy Putra Irawadi menuturkan, di dalam negeri, sebanyak 4 juta orang hidup dengan penghasilan yang berasal dari industri mebel. Paling tidak, devisa dari ekspor baru mencapai USD 1,779 miliar di tahun 2013.

Jumlah tersebut, lanjut dia, 50 persennya berasal dari ekspor kayu dan produk kayu Indonesia. "Maka industri mebel dan kerajinan termasuk salah satu dari 10 prioritas produk ekspor yang bisa diandalkan guna pertumbuhan ekonomi dalam negeri," jelasnya di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (17/9).

Pemerintah mendukung Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) untuk dapat melakukan ekspor komoditi produk tersebut, lebih dari 2 persen ke pasar global dengan nilai mencapai USD 10 miliar. "Itu merupakan target dalam 5 tahun ke depan. Kemudian dalam 10 tahun ke depan Indonesia ditargetkan mampu memasok 5 persen pasar mebel dunia," katanya.

Buku Kurikulum 2013 Langka Di Sekolah NTB, Tapi Dijual Di Pasar

Saat ini buku kurikulum 2013  masih  menjadi beban bagi siswa SMA dan SMK di Kabupaten  Lombok Timur,  NTB.  Buku yang seharusnya menjadi tanggung jawab sekolah terpaksa harus dibeli sendiri oleh orangtua siswa.

Puluhan siswa dan wali siswa mengeluh akibat tidak adanya kontribusi pemerintah untuk menyediakan buku pelajaran tersebut, sedangkan di pasaran buku kurikulum 2013 bebas dijual.

"Siswa harus membeli buku sendiri, kadang-kadang harus memfoto copy sendiri tema pelajaran. Hal ini sangat memberatkan wali siswa. Anehnya buku kurikulum 2013 sudah ada di pasaran," ujar Assa'irul Kabir, salah seorang wali siswa SMA Negeri 2 Selong, Selasa (16/9/2014).

Terkait keluhan tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dikpora Kabupaten Lombok Timur Supriadi merasa heran kenapa buku-buku tersebut dijual bebas di pasaran. Padahal seharusnya buku-buku tersebut lebih dulu ada di sekolah.

"Karena banyaknya satuan pendidikan yang melakukan pemesanan sepertinya penyedia kewalahan melakukan distribusi," kata Supriadi.

Dia menambahkan, sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 34 tahun 2014 tentang mekanisme pemesanan buku tahun 2014, seharusnya buku-buku  tersebut sudah diterima setiap sekolah sejak Juli lalu.

Untuk mengakali keterlambatan buku, saat ini Kementerian Diknas memberikan solusi dengan mengirimkan CD berisi softcopy buku-buku yang dipesan agar setiap sekolah mencetak secara bertahap isi CD tersebut.

"Sebagai solusi masing-masing sekolah diharapkan mencetak dengan bertahap isinya sesuai dengan bahasan dan subbahasan," tandas Supriadi.

Warga Jakarta Protes Plat B Dilarang Masuk Kota Bogor

JAKARTA -- Rencana Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, untuk mengurangi kemacetan dengan melarang kendaraan plat B masuk ke kota Bogor mendapatkan komentar pedas dari sejumlah warga Jakarta yang sering bertandang ke kota hujan itu.

Yanuar (24) mengatakan bahwa rencana tersebut seperti kebijakan yang prematur. Pasalnya, Bogor memiliki sejumlah tempat wisata yang menjadi tujuan utama berlibur bagi warga Jakarta.

"Nggak bisa gitu dong, kalau memang kendaraan plat B nggak boleh masuk, artinya dia (pemkot Bogor) membatasi potensi wisatanya sendiri, padahal banyak tempat wisata di Bogor yang jadi tujuan wisata," kata pria yang bekerja di perusahaan swasta itu.

Lebih lanjut, warga Kuningan, Jakarta Selatan ini mengatakan bahwa kemacetan yang terjadi di Bogor tak hanya disebabkan oleh masuknya kendaraan plat B ke kota tersebut, tetapi juga karena banyaknya angkutan umum yang bertebaran di sana.

Ia mempertanyakan, benarkah setelah kota Bogor 'dibersihkan' dari kendaraan plat B, kota yang terkenal dengan wisata Kebun Raya Bogor  itu  akan bebas macet.  Lebih lanjut, pria yang sering ke Bogor untuk bertemu dengan pacarnya ini mengatakan, " Baiknya sih angkot dikurangi karena melarang  plat B masuk kota bukan jaminan Bogor bakal lengang, toh di Bogor juga banyak yang punya mobil, daerah di Kabupaten Bogor pun kayak Bojonggede dan Citayam juga platnya B, nggak adil kalau orang Bogor sendiri dilarang ke Bogor."

Ia menambahkan, selain mengurangi jumlah angkutan umum yang sering ngetem menunggu penumpang di jalan-jalan protokol di Bogor, sebaiknya Pemkot juga memberlakukan adanya angkutan bagi tempat-tempat wisata di Bogor yang selama ini hanya bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi seperti wisata air The Jungle, Taman Safari, dan sebagainya.

"Pun kalau mau angkutannya juga yang 3/4 atau minibus, itu lebih muat banyak, bisa mengurangi kemacetan ketimbang melarang plat B masuk kota," sarannya.

Sementara Robby (28), warga yang tinggal di Cilandak Jakarta Selatan mengeluhkan hal serupa. Tugasnya sebagai auditor di perusahaan media mengharuskannya untuk ke berkeliling berbagai kota dengan kendaraan dari kantor yang berplat B.

Seringkali, Robby juga harus menyambangi kota hujan itu untuk berdinas. "Lho sekarang kalau dari kantor dapat mobilnya plat B, kantor saya di Jakarta, otomatis plat B kan, sementara saya sering harus dinas sampai kota Bogor, gimana? Sayakan nggak mungkin minta mobil plat F ke kantor saya buat dinas ke Bogor, walikota ada-ada aja nih," keluhnya.

Pria beranak satu yang sering ke Bogor untuk bertamasya bersama keluarganya itu juga merasa aneh dengan peraturan yang akan dijalankan Pemkot Bogor itu. Ia menganggap kebijakan tersebut tak ubahnya buah simalakama.

"Masalahnya, orang Bogor juga kan sering ke Jakarta, kalau gitu, kenapa Jakarta nggak sekalian aja melarang mobil F masuk Jakarta? Kan itu sama aja, tentu warga Bogor yang punya mobil plat F bakalan marah dan nggak terima juga," katanya.

Terlebih, Robby hampir setiap minggu pergi ke Bogor untuk jalan-jalan dan mengunjungi sanak saudara di Bogor. Pria berbadan besar itu mengatakan dirinya tak mungkin menggunakan motor ke Bogor lantaran putrinya baru berusia beberapa bulan, oleh karenanya, mobil menjadi andalannya.

Ia berharap Pemkot menerapkan solusi mengatasi kemacetan yang lebih masuk akal. Misalnya, memperlebar jalan serta membangun fasilitas fly over untuk mengurai kemacetan. "Kota wisata seperti Bogor yang didatengin banyak orang dari luar Bogor harusnya punya fasilitas yang baik, kalau melarang warga Jakarta ke sana rasanya akan mematikan pajak daerahnya sendiri, memangnya mau seperti itu?" cercanya.

Koin Logam Ditemukan Gunung Padang

CIANJUR - Sebuah benda unik yang diduga artefak kembali ditemukan di situs Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Senin (15/9/2014). Benda unik yang ditemukan itu berupa logam yang bentuknya menyerupai koin.

Juru Pelihara Gunung Padang dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang, Nanang, mengatakan benda itu ditemukan di sekitar parit di teras lima. Parit itu merupakan tempat pembuangan air dari hasil pengeboran yang dilakukan Tim Nasional (Timnas) Peneliti Situs Megalitikum Gunung Padang di teras lima.
"Saya temukan sekitar jam 16.00 ketika kegiatan penelitian masih dilakukan. Waktu itu saya keliling di sekitar lokasi penggalian dan melihat benda bulat warna biru yang sudah berkarat di parit itu. Lalu saya ambil saja dan ternyata logam yang berbentuk koin," kata Nanang melalui sambungan telepon, Senin (15/9/2014).

Nanang mengatakan ukuran logam berbentuk koin itu sangat kecil menyerupai uang Rp. 25,-.  Di kedua sisi logam tersebut terdapat huruf atau aksara timbul. Namun belum bisa dipastikan aksara yang timbul itu merupakan huruf dari suku, bangsa dan negara tertentu di zaman tertentu.

"Entah Sunda kuno atau Arab. Saya belum bisa berkomentar banyak karena begitu ditemukan langsung saya simpan dan diberikan kepada tim peneliti untuk mengkajinya. Kemungkinan bahan logam itu dari tembaga," kata Nanang.

Sebelumnya Nanang juga menemukan batuan yang sudah terpahat di lokasi eskavasi di teras lima bagian luar. Diduga batuan yang sudah terpahat itu artefak yang terpendam di situs Gunung Padang. Artefak yang menyerupai senjata Kujang itu diduga peninggalan budaya masyarakat di sekitar situs Gunung Padang. Menurut Wakil Ketua Timnas Bidang Geologi, Danny Hilman, artefak itu masuk periode megalitik. Manusia yang hidup di zaman megalitik sudah bisa membentuk dan mampu menghaluskan batu.

"Itu merupakan bukti penting bahwa yang membangun situs Gunung Padang sudah mengenal teknologi untuk merombak batuan karena yang terjadi itu tidak semuanya alamiah," kata Danny di situs Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Minggu (14/9).

Danny belum bisa memastikan fungsi dari artefak yang menyerupai Kujang tersebut. Menurutnya, banyak ahli yang memiliki opini dan pemahaman yang berbeda dengan batu yang komposisinya andesit berpori dan memiliki daya magnetik itu.

Pelelangan Hiu Masih Marak Terjadi Di Lombok

Berbagai jenis hiu yang akan dilelang, diturunkan dari perahu nelayan dalam kegiatan bongkar muat di dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Luar, desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (14/9/2014) kemarin.

Menurut pengakuan beberapa nelayan yang melakukan kegiatan bongkar muat, hiu-hiu tersebut mereka tangkap di perairan Salura dan Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) bahkan sampai dengan perbatasan Australia untuk dijual karena harganya lumayan mahal.

“Kami masih tertarik menangkap hiu karena harganya masih lumayan tinggi di pasaran termasuk di TPI Tanjung Luar, ” ujar salah seorang nelayan.

Dari proses lelang yang dilakukan di TPI tersebut, seluruh hiu yang berjumlah 40 ekor tersebut langsung diborong dan seluruhnya terjual dengan harga Rp 30 juta.

“Baru sampai saja langsung dibeli oleh salah seorang pengusaha lokal,” tambahnya.
Kami pun mencari tahu kenapa kegiatan lelang kekayaan alam yang harus dilestarikan ini masih terjadi, namun sayangnya tidak ada satupun petugas lelang yang mau berkomentar tentang kegiatan lelang hiu tersebut dengan alasan ‘kepala TPI tidak ada di tempat’.

Aminuddin, mantan nelayan penangkap hiu menjelaskan, sampai dengan saat ini hiu masih menjadi komoditas yang paling menjanjikan bagi nelayan dan pengepulnya.

Sebab, seluruh bagian dari tubuh hiu tidak ada yang terbuang sia-sia. Bagian organ dalamnya dimanfaatkan oleh pengusaha ternak, kemudian kulit hiu dimanfaatkan untuk kerupuk, tulangnya dijadikan tepung, dagingnya untuk sebagai konsumsi biasa.

“Yang paling mahal adalah sirip hiu, biasanya dijual hingga Rp 1,5 juta per kilogram (kg), sirip itu nantinya akan diekspor ke restoran yang ada di  China,” tuturnya.

Mulai 15 September Tarif Kapal Ferry Naik 13 Persen

BANGKA  -  Tarif angkutan penyeberangan menggunakan kapal ferry rute Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok-Pelabuhan Tanjung Api Api Sumsel, per 15 September 2014, mulai pukul 00.00 WIB, mengalami penyesuaian alias kenaikan rata-rata 13 persen.

"Jadi penyesuaian tarif terpadu angkutan penyeberangan ini hanya untuk kapal ferry saja, seluruh Indonesia mengalami penyesuaian. Tapi penyesuaian tarif ini untuk angkutan penyeberangan antar pulau antar provinsi, termasuk angkutan penyeberangan rute Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok Bangka-Tanjung Api Api Sumsel," kata General Manager PT ASDP Indonesian Ferry Cabang Bangka (di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok Kabupaten Bangka Barat) Dadan Hermawan, Jumat (12/9/2014).

Penyesuaian tarif terpadu lintas provinsi ini dasarnya adalah Permenhub RI Nomor 31 Tahun 2014 tanggal 15 Agustus 2014.

"Penetapan tarif sudah ditentukan 15 Agustus lalu dan sudah disosialisasikan, pemberlakuannya Senin (15/9/2014) mulai pukul 00.00 WIB," ujar Dadan.

Kabut Asap Dikhawatirkan Lumpuhkan Pelabuhan Tanjung Api-Api

BANYUASIN - Memasuki pertengahan bulan September yang diprediksikan menjadi puncak musim kemarau pada tahun 2014, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Banyuasin semakin menjadi-jadi. Kekeringan yang telah membuat sejumlah tanaman mati membuat potensi kebakaran lahan di wilayah Banyuasin meningkat.

"Kemarin kami memadamkan dua titik kebakaran lahan gambut yang terjadi di dua lokasi pembakaran lahan gambut di Sungai Dungun, Desa Muara Sungsang, Kecamatan Tanjung Lago. Kami khawatir asap akan melumpuhkan pelabuhan karena hanya berjarak sekitar dua kilometer dari Pelabuhan Pengangkutan TAA," ungkap Kepala Operasi Manggala Agni II, Kementerian Kehutanan Kabupaten Banyuasin, Wawan Sukawan, Selasa (16/9/2014).

Ia mengatakan, pemadaman yang dilakukan saat ini hanya menggunakan peralatan manual disebabkan sejumlah kendaraan pemadam api tidak dapat memasuki lokasi kebakaran karena kendala medan. Kebakaran tersebut diduga disebabkan unsur kesengajaan oleh oknum tertentu yang memanfaatkan kekeringan untuk membersihkan lahan dari gulma agar semakin mudah untuk ditanami.

Pihaknya mengharapkan anggota kepolisian untuk turut serta dalam memerangi pembakaran hutan ataupun lahan dimana saat ini telah memasuki titik terawan. Dikarenakan potensi lokasi kebakaran atau pembakaran lahan telah semakin meluas dengan telah matinya sejumlah tumbuhan karena kekeringan.
"Potensi kebakaran hutan pada pertengahan bulan ini, telah mencapai ribuan hektar oleh karenanya perlu adanya langkah tegas yang dilakukan terhadap para pembakar hutan ataupun lahan guna antisipasi," tegasnya.

Pihaknya mengaku sangat kesulitan untuk mengimbau warga yang membandel melakukan pembakaran lahan. Sampai sampai petugas harus berargumen dengan petani yang tidak ingin pembakaran yang dilakukan terhadap lahannya dipadamkan.

Sementara itu, Kepala Pelabuhan Tanjung Api-Api, Zulkarnain menegaskan sejauh ini dampak asap pembakaran yang terjadi cukup dekat dengan Pelabuhan TAA belum mempengaruhi jadwal pemberangkatan kapal. Asap yang memang cukup terlihat di perairan belum terlalu pekat dan mengganggu navigasi kapal.
"Sejauh ini kabut asap belum berpengaruh pada penjadwalan keberangkatan atau kedatangan kapal, meskipun terlihat kabut asap di perairan belum begitu pekat dan mengganggu lalu lintas penyeberangan," ungkapnya.

Ia menegaskan, pergerakan angin yang cukup kencang akan cepat mendorong asap untuk berpindah lokasi sehingga tidak menyebabkan penumpukan di wilayah perairan yang menjadi rute kapal. Namun demikian pihaknya berharap tidak ada pembakaran yang akan menimbulkan dampak terhadap jadwal keberangkatan kapal.

Peran Sanggar Di Industri Pariwisata

JAKARTA, BM.COM - Seni dan budaya dapat mengangkat nilai pariwisata suatu daerah atau negara menjadi salah satu tujuan wisata berskala Internasional, sekaligus dapat mengangkat perekonomian masyarakatnya.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Bidang Pemberdayaan Masyarakat mengadakan Workshop Peran Sanggar di Industri Pariwisata di Hotel Bidakara (8/9) lalu, peserta yang akan mengikuti kegiatan ini berjumlah 100 orang yang berasal dari sanggar-sanggar tradisional yang berdomisili di Jakarta dan pelaku Industri Pariwisata.
Dalam acara workshop hadir pembicara antara lain, Yahya Andi Saputra (Budayawan Betawi), Jonki Adiyasa (Pelaku Bisnis Perjalanan Wisata), Oleg Sancabakhtiar (Praktisi Properti Seni Pertunjukan), Vitria Ariani (Akademisi Bidang Perhotelan), Tri Harnowo (Konsultan Hukum Bidang Kebudayaan dan Tenaga Kerja), dan Rus Suharto (Akademisi Bidang Pariwisata). Acara yang dibuka oleh Wakil Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Wakadisparbud) Tinia Budiati.
Dalam paparannya dihadapan peserta itu, Dosen Fisip Unas Rus Suharto dengan tema  Budaya Betawi Sebagai Inspirasi Industri  Kreatif  Dan Penguatan Jati Diri, Rus Suharto mengatakan, ”Industri Kreatif di Indonesia berbasiskan Industri Budaya karena aspek yang dominan dalam industri Kreatif adalah Seni Budaya”.
Rus kembali memperjelas, Industri Kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreatif, keahlian dan talenta individu yang berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan, serta lapangan kerja dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta (intelektual) induvidu tersebut, (Kementerian Perdagangan RI) Penciptaan kreatifitas keahlian dan talenta melalui  seni dan budaya yang dianut oleh pelaku industri kreatif. (Yudi)

Diduga Menganiaya Petani, Istri Bupati Kampar Diperiksa Polisi

Pekanbaru  -  Penyidik Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau memeriksa istri Bupati Kampar Jefry Noer, Eva Yuliana. Anggota DPRD Riau terpilih dari Partai Demokrat itu diperiksa terkait dugaan penganiayaan 2 petani di Desa Birandang, Kampar.

"Tadi, yang bersangkutan sudah diperiksa penyidik terkait dugaan penganiayaan untuk dikonfrontir. Statusnya masih sebagai saksi," kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, Senin (1/9/2014) petang.

Menurut Guntur, dugaan penganiayaan terhadap 2 petani bernama Nur Asni dan Jamal itu sudah dinaikkan ke tahap penyidikan. Meski begitu, mantan Wakil Ketua DPRD Kampar itu belum ditetapkan sebagai tersangka.

"Kasusnya sudah tahap ke penyidikan karena sudah ada laporan polisinya. Tersangka belum ada. Masih pemeriksaan saksi dan mencari bukti," tegas Guntur.

Begitu keluar dari ruang pemeriksaan, Eva berusaha menghindari wartawan. Tak ada satu pun pertanyaan yang dijawabnya dan dirinya langsung masuk ke dalam mobil Toyota Corolla Altis BM 180 NG.

Sejak mendalami kasus ini, penyidik sudah memeriksa beberapa saksi. Termasuk mengambil hasil visum korban dari rumah sakit.

Kejadian berawal saat pasangan suami istri Jamal dan Nur Asni sedang menggarap lahan seluas 1 hektare di Desa Birandang, Juni lalu. "Lahan itu punya kami. Sudah kami beli 2 tahun lalu," kata Jamal.

Melihat 2 petani, Eva menegur dan menanyakan kenapa keduanya berada di lahan yang diklaim sebagai miliknya. Jamal dituding merebut lahan.

Sempat terjadi adu mulut antara Eva dengan Nur Asni. Karena emosi, mantan Wakil Ketua DPRD Kampar itu langsung mengejar dan menjambak rambut Nur Asni, hingga roboh ke tanah.

"Melihat itu, saya menolong istri saya. Kemudian, 2 ajudan Bupati Kampar langsung memukuli kami berdua. Saya berhasil menyelamatkan istri dan kami disuruh pergi," kata Jamal yang langsung membawa istrinya ke rumah sakit.